Liburan ke Luar Negeri, Enaknya Jepang atau Korea Selatan?



Asia itu penuh dengan eksotisme. Keindahan alam dan budaya di masing-masing negara begitu berbeda antara satu dengan lainnya. Nggak heran kalau bukan hanya pelancong dari benua lain yang menyerbu Asia, bahkan sesama penduduk benua ini pun juga penasaran dengan negara-negara tetangganya.

Di antara sekian banyak negara-negara Asia, dua yang paling menonjol dengan pariwisatanya adalah Jepang dan Korea Selatan. Keduanya memiliki kekayaan alam dan budaya yang mengagumkan, banyak traveler Indonesia yang ingin pergi ke sana.

Tapi kalau jalan-jalan terbatas pada budget, menimbang antara Jepang dan Korea Selatan, manakah yang lebih ramah di kantong? Biar liburan makin mantab, yuk, coba bandingkan keduanya.

Transportasi
Biaya transportasi di Korea Selatan lebih ‘bersahabat’ dibandingkan Jepang. Dengan ongkos sekitar Rp. 20 ribuan, kamu bisa keliling Seoul, sementara di Jepang, kartu untuk perjalanan kereta selama seminggu perlu ongkos hingga sekitar 400 ribuan. Tiket penerbangan, tujuan ke Korea Selatan juga jauh lebih terjangkau ketimbang mendarat di bandara-bandara Jepang. Dengan Thai Airways, dari Jakarta kamu bisa terbang ke Seoul dengan harga mulai 5 jutaan Rupiah. Sementara kalau menuju Tokyo, Jepang, harganya mulai 6 jutaan Rupiah.


Destinasi Wisata
Karena Indonesia sedang demam Drakor, alias Drama Korea, nggak heran kalau tempat-tempat yang muncul di film-film Korea membuatmu kepincut untuk pergi ke sana. Padahal sebenarnya Jepang juga punya tujuan wisata alami yang nggak kalah keren, seperti Hutan Bambu Sagano atau menikmati mekarnya bunga sakura di taman-taman kota. Selain itu, baik Korea Selatan dan Jepang juga punya banyak tempat-tempat wisata yang bisa dinikmati secara gratis.

Belanja
Berburu oleh-oleh adalah salah satu agenda penting saat liburan. Korea Selatan sendiri dikenal sebagai ‘surga’ bagi pecinta shopping. Ada banyak tempat belanja murah, seperti Myeongdong atau Ewha. Jepang juga punya kompleks perbelanjaan dengan harga produk yang lumayan miring. Selain itu, Jepang juga menjadi tujuan idaman untuk yang membutuhkan inspirasi busana nyentrik. Beda dengan Korsel yang punya tampilan lebih elegan.

Tapi untuk masalah berburu makeup, Korea Selatan bisa jadi pilihan utama. Ada banyak rias wajah dengan merek yang sama, bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah kalau dibandingkan dengan Jepang. Perhatikan aturan membawa benda cair bila memutuskan membeli produk apapun, meski kamu dapat jatah bagasi 30 KG bila naik Thai Airways, jangan sampai kelebihan bagasi atau malah barang yang kamu beli tidak bisa dibawa pulang.

Kuliner
Bukan cuma belanja. Terbang jauh-jauh ke Korea Selatan atau Jepang wajib memanjakan lidah dengan kuliner khas dari kedua negara tersebut. Masing-masing punya ciri khas tersendiri, kalau Korea Selatan condong ke daging sapi atau ayam, Jepang lebih populer dengan masakan sari laut (seafood). Menu masakan Jepang lebih bisa diterima oleh lidah masyarakat Indonesia. Contohnya saja, sushi atau ramen yang lebih familiar ketimbang bulgogi atau bibimbap, kan?

Penginapan
Soal akomodasi, mana yang lebih baik antara Korea Selatan dan Jepang? Harus diakui bahwa penginapan di Korea Selatan lebih terjangkau bila dibandingkan negeri matahari terbit. Dengan budget 400 ribuan, kamu bisa dapatkan sebuah kamar untuk satu malam. Sementara untuk Jepang, hotel kapsul jadi pilihan bagi budget traveler dengan tarif termurah sekitar 600 ribuan Rupiah. Carilah penginapan yang paling nyaman, karena perjalanan dengan Thai Airways maupun maskapai lainnya kebanyakan memerlukan transit, sehingga waktu perjalanan menjadi cukup lama dan melelahkan.

Jadi kalau liburan dengan budget tipis, Korea Selatan adalah pilihan utama. Tapi kalau memang ngebet pengen merasakan indahnya Jepang, nabung lagi sedikit supaya dana liburan cukup untuk mengunjungi negeri sakura, ya.

Madu Anak Vitabumin Kini Ada di Mana-Mana


Sebagai seorang perempuan yang sudah menginjak usia kepala dua dan mulai dikelilingi oleh kawan-kawan yang kini menyandang predikat mamah muda, aku seringkali mendengar cerita dan kekhawatiran para ibu-ibu muda tersebut perihal kesehatan dan proses tumbuh kembang buah hati mereka. Beberapa di antaranya sering merasa bingung ketika anaknya tiba-tiba mengalami penurunan nafsu makan, kurang bersemangat, dan lain sebagainya, kalau sudah begitu tentu akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak akibat dari kurangnya asupan nutrisi bahkan dapat menyebabkan anak mudah sakit karena menurunnya kekebalan tubuh si kecil. Sebagai orang tua kondisi seperti ini tentunya sangat tidak diinginkan, bukan?

Nah, untuk dapat mengembalikan nafsu makan anak, ibu-ibu tentu perlu mencari solusi yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang buah hati, oleh sebab itulah Vitabumin kini hadir sebagai solusi bagi ibu-ibu yang sedang mencari pendamping yang baik untuk tumbuh kembang buah hati. 


Vitabumin adalah madu ikan gabus  yang mengandung bahan alami dengan ekstrak ikan gabus, dan temulawak.  Vitabumin diformulasikan khusus untuk membantu menjaga daya tahan tubuh Si Kecil demi tumbuh kembangnya secara optimal.

Mengapa Memilih Vitabumin?
Sebab Vitabumin mengandung bahan alami yang memiliki banyak manfaat dan cocok dikonsumi oleh anak usia dini. Perpaduan madu yang diekstrak dengan ikan gabus dan temulawak menjadikan Vitabumin sebagai vitamin yang kaya akan manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Lalu apa saja sih manfaat Vitabumin? Karena mengandung bahan-bahan alami seperti madu dan temulawak yang sudah dipercaya sebagai obat herbal sejak zaman dahulu, oleh karena itu Vitabumin tentu memiliki energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, gula, mineral, dll. yang dapat dijadikan sebagai sumber energi yang bekhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh Si Kecil. Selain itu Vitabumin berguna untuk Meningkatkan nafsu makan anak dan mempebaiki fungsi pencernaan si kecil, jadi dengan adanya perpaduan dua bahan alami seperti madu, temulawak, dan ikan gabus, Vitabumin sudah pasti bisa jadi solusi bagi buibu yang khawatir dengan nafsu makan  dan nafsu makan si kecil. Jadi, jangan lupa masukkan asupan ini ke daftar menu harian si Kecil, ya, Bu.

Di Mana Ibu Bisa Mendapatkan Vitabumin?
Untuk mendapatkan Vitabumin, Ibu-ibu tidak perlu khawatir bila ingin mendapatkannya, sebab Vitabumin kini ada di mana-mana dan sudah tesebar hampir di seluruh Apotek di  Indonesia, seperti Apotek K24 dan Guardian. Jadi, dengan kemudahan ini, ibu-ibu tentu saja dapat selalu menjaga nafsu makan serta tumbuh kembang buah hati dengan selalu menyediakan Vitabumin di rumah, toh kalau habis kan bisa langsung ke Apotek terdekat. Ehehe.

Eh, tapi bila Ibu masih kesusahan untuk mendapatkan Produk ini di apotek, Vitabumin juga dapat dipesan secara online melalui website resmi Vitabumin di https://www.vitabumin.co.id atau Ibu dapat memesan secara langsung melalui layanan chatting costumer service Vitabumin via:


Nah bagaimana? Vitabumin ternyata tidak hanya memberikan manfaat yang baik untuk si kecil tapi juga kemudahan karena Vitabumin kini telah tersedia di mana-mana.  Jadi, jangan lupa siapkan Vitabumin untuk Si Kecil di rumah, ya

Rayakan Kejombloanmu Dengan Lima Cara Ini, Yuk!


Kita semua dilahirkan dalam keadaan jomblo, namun beberapa dari kita seringkali lupa diri ketika telah berhasil menggandeng tangan sang gebetan atau pun balikan dengan mantan. Mentang-mentang sudah punya pasangan, mereka yang telah menyandang status taken pun dengan gencarnya mengolok-olok kaum jomblo, menganggap bahwa menjadi seorang jomblo merupakan suatu kemalangan dan bahkan kutukan yang harus segera diakhiri, padahal jomblo atau bukan, itu urusan masing-masing individu.

Tapi memang tak bisa dipungkiri sih, di zaman sekarang ini, media rupanya tak hanya mengelabuhi cara pandang orang-orang mengenai kriteria wanita cantik, tetapi juga tentang hidup berpasangan sebagai tolok ukur kebahagiaan, hal inilah yang membuat kejombloan kerap kali dipandang dengan tatapan nyinyir oleh banyak orang, alhasil mereka yang masih berstatus jomblo pun langsung dilanda kegalauan tak berkesudahan, padahal ukuran kebahagian tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan jomblo atau tidak.

Ingatlah bahwa kegalauan yang disebabkan oleh nyinyiran orang-oranglah yang justru membuat kadar kebahagiaan para jomblo makin berkurang, sebab kenyataannya menjadi jomblo bukan berarti suatu kemalangan  tetapi justru merupakan suatu kesempatan untuk merayakan kesendirian yang hanya sementara waktu.

Dan aku sebagai bagian dari barisan yang [belum] berpasangan, tergerak untuk merekomendasikan lima cara merayakan kesendirian     kejombloan     yang dapat dilakukan oleh para para penyandang status lajang dalam meningkatkan kebahagian dan tentunya sebagai upaya bertahan hidup dalam mengarungi derasnya rayuan hidup berpasangan, berikut ini cara-caranya :

1. Makan
“Who needs a boyfriend/girlfriend when there’s food?”

Pernah mendengar kalimat di atas sebelumnya? Kalau pernah, percayalah, kalimat tersebut bukanlah sebuah pembelaan yang akan diucapkan oleh para jomblo ketika ditanyai “Pacar mana?” sebab kenyataannya makan memang mampu meningkatkan kualitas kebahagian dan mood seseorang, hal ini tentunya sangat berguna bagi para penyandang status lajang yang kerapkali terserang galau  di tengah riuhnya rayuan para muda-mudi yang sedang kasmaran pun berpasangan. Cara yang satu ini dapat kamu lakukan secara bersamaan dengan cara di poin selanjutnya.

2. Berkumpul Dengan Teman

Berkumpul dengan teman adalah salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para jomblo untuk melupakan kegalauannya, namun hal ini tentu saja tidak berlaku apa bila teman yang dimaksud telah memiliki pasangan, oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkumpul dengan teman senasib      sesama jomblo    dengan begitu, kalian akan dapat merayakan kejombloan secara berjamaah. Mungkin bisa dengan nongkrong, main game, nonton film dan lain sebagainya.

3. Berpetualang

Daripada hanya diam di rumah dan merenungi nyinyiran orang-orang, lebih baik manfaatkan waktumu untuk berpetualang dan menjelajah tempat-tempat indah di luar sana, kan? Selagi masih sendiri, muda, bebas, dan bertenaga, tak ada salahnya untuk mengembara ke sana-sini, toh dengan berjalan-jalan sepuasnya, kamu bisa membuktikan bahwa kejombloan adalah kesempatan untuk lebih mengenali alam dan dirimu sendiri. Jalan-jalanlah selagi masih sendiri, siapa tahu jodohmu sedang berada di tempat yang akan kamu datangi nanti. Ehe~

4. Berkarya
Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh para jomblo tanpa harus merasa terkekang atau meminta izin terlebih dahulu kepada pasangan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan waktu untuk berkarya dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Kamu bisa menulis sebuah novel, cerpen, puisi, lagu dan banyak hal lainnya yang mungkin dapat menguntungkanmu, siapa tahu karya-karya tersebut bisa mendatangkan rezeki. Hal terpenting adalah jangan sia-siakan masa jomblo dengan bergalau ria di media sosial, kalau pun galau, bergalaulah dengan cara yang elegan agar tidak dijadikan lelucon oleh orang-orang, ya!

5. Berbelanja

Dikutip dari DailyMail, sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Psychology and Marketing di Amerika membuktikan bahwa Berbelanja ternyata mampu meningkatkan mood dan membuat seseorang menjadi lebih bahagia.  Oleh karena itu, berbelanja merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para penyandang status lajang untuk merayakan kejombloannya. Selagi masih jomblo, maka tidak ada salahnya untuk membahagiakan diri sendiri kan? Toh uang yang dikeluarkan pun bukan untuk ‘berdua’, apa lagi di  tanggal 11 November 2017 nanti, tepatnya pada perayaan Single’s Day, Zalora akan memberikan banyak promo dan diskon besar-besaran yang sangat menarik, akan ada banyak pilihan brand fashion terbaik yang dapat kamu temui di sana. Gimana, tertarik? Yuk, bahagiakan masa jomblomu di tanggal 11-11 nanti.


***

Itu dia cara-cara yang dapat kamu lakukan untuk merayakan kejombloanmu, semoga bermanfaat dan tetap berbahagia ya, Mblo. xoxo



Perihal Orang-Orang Yang Ditemui


Kalau ditanya tentang apa saja hal misterius yang ada dalam hidup setiap orang, aku rasa Pertemuan dan Perpisahan adalah dua hal yang termasuk di dalamnya.  Di suatu waktu, kita mungkin tidak pernah menduga dengan siapa kita akan bertemu, siapa yang akan tetap tinggal dan siapa yang hanya singgah sebentar di hidup kita. Lalu, di suatu waktu pula, kita juga tidak akan bisa menebak dengan siapa, seperti apa dan di mana perpisahan yang akan kita hadapi di kemudian hari. Benar kan?

Barangkali saat ini ada beberapa di antara kita yang baru saja berpisah dengan seorang yang sempat membuat jatuh cinta pun terluka, tapi siapa sangka, beberapa bulan, hari atau bahkan beberapa jam ke depan kita akan dipertemukan dengan seseorang yang dapat menyembuhkan luka tersebut. Who knows? Bukankah pertemuan adalah sesuatu yang tak terduga? Meski begitu, aku percaya bahwa segala sesuatu tidak terjadi begitu saja     bahwa selalu ada hikmah dan alasan dibalik setiap pertemuan maupun perpisahan.

Kedua hal tersebut tentu merupakan  rahasia yang telah diatur dan dijadwalkan dengan rapi oleh Tuhan. Kita sebagai manusia mungkin  bisa menyiasati pertemuan tapi Tuhan lebih tahu waktu yang tepat untuk mempertemukan. Lalu, sejauh ini, sudah berapa banyak orang yang kita temui? Siapa yang akan kita temui setelah ini? Berikut adalah berbagai jenis orang yang [mungkin] pernah dan [mungkin juga] akan kita temui di waktu yang akan datang.

ORANG YANG MEMBERI BANYAK MANFAAT BAGI HIDUP KITA

Tanpa disadari atau pun disadari, terkadang kehadiran seseorang dapat mengubah kehidupan kita. Mungkin orang tersebut adalah teman masa sekolah yang entah di mana keberadaannya sekarang. Atau seorang kenalan lama yang kabarnya tak kunjung singgah di telinga. Bahkan bisa juga teman yang hanya pernah bertemu dengan kita di dunia maya. Siapapun itu, mereka bisa memberi manfaat besar pada hidup kita.

Entah memberi bantuan, menolong saat kesulitan, memberi pelajaran berharga tentang kehidupan, membagi pengetahuan baru, menawarkan peluang untuk menggapai mimpi di masa depan atau bahkan menjalin hubungan hingga ke pelaminan.

Orang-orang yang dimaksud ini barangkali telah ada di sekitar kita, hanya saja belum tahu siapa. Atau bisa saja, orang-orang itu kini tengah berjalan menuju ke hidup kita. Yang penting, kita bisa selalu membuka diri agar kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang tersebut dapat menghampiri~

ORANG YANG SEMPAT MEMBUAT JATUH  HATI  KEMUDIAN TERLUKA

Ada yang pernah bilang kalau kita berani jatuh cinta, berarti kita harus berani patah hati juga. Seringkali rasa cinta yang terlalu dalam pada seseorang membuat kita tersakiti sangat dalam pula. Kadangkala kita bisa berubah menjadi lemah di depan orang tersebut. Saat dia menyakiti, mungkin kita akan membelanya dengan berbagai pembenaran. Membiarkan hati dihantam berulang kali hingga babak belur dan mengatakan “I will love you like I’ve never been hurt” pada orang yang dicintanya. 

Aku teringat akan sebuah kutipan dalam Novel Garis waktu karya Fiersa Besari : “Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya. Kemudian, satu orang tersebut akan menjadi bagian terbesar dalam agendamu. Dan hatimu takkan memberikan pilihan apapun kecuali jatuh cinta, biarpun logika terus berkata bahwa resiko dari jatuh cinta adalah terjerembab di dasar nestapa.”

Namun seperti yang kukatakan di awal tulisan ini, bahwa segala sesuatu tidak terjadi begitu saja, sebab selalu ada alasan dan pelajaran yang terselip dibaliknya. Jatuh cinta dan patah hati akan membuat kita [belajar] menjadi lebih dewasa. Iya gak sih?

ORANG YANG MENINGGALKAN BANYAK KESAN MESKI HANYA BERTEMU SEBENTAR

Pertemuan kadang berlangsung begitu cepat. Entah saat bertemu di suatu acara, saat berpapasan di sebuah toko buku, tempat wisata dan di mana pun itu. Mereka yang ditemui dalam jangka waktu singkat, terkadang meninggalkan kesan yang berkepanjangan, sebab kuantitas memang tak selalu menentukan kualitas. Misalnya saja seseorang yang pernah berkenalan denganku di suatu acara seminar. Aku masih ingat, namanya Kak Ida. Saat itu beliau merupakan seorang Mahasiswi dan aku sendiri adalah seorang siswi SMK. Sepanjang diskusi,  Kak Ida tak segan untuk membagi pengetahuan dan pengalamannya. Yang membuatku kagum adalah senyumnya yang selalu awet di wajah dan cara berbicaranya yang tidak terkesan menggurui, meremehkan atau semacamnya. Kak Ida mengobrol denganku seakan kami adalah teman, sehingga aku sempat berpikir “Seandainya semua orang asing yang ingin kuajak berbicang bisa seramah ini, rasanya aku tidak perlu ragu untuk memulai pembicaraan dengan orang baru. wkwk”.        Siapapun pasti akan senang bila berkenalan dengan seorang yang dapat menebar aura postif ke diri mereka bukan? Oleh karena itulah, aku ingin bertemu dengan orang yang seperti ini lagi di kemudian hari.~

ORANG YANG SANGAT DEKAT DAN SELALU ADA JUGA BISA PERGI BEGITU SAJA

Ada pepatah yang mengatakan bahwa selalu ada perpisahan setelah pertemuan, walau hal tersebut kadang tak disukai tapi tetap saja akan terjadi. Nothing last forever. Beberapa di antara kita pasti pernah memiliki teman yang dulunya akrab, teman sebangku, sahabat erat di sekolah, lalu setelah lulus, keakraban tersebut pun memudar dengan sendirinya. Kita mulai kesulitan untuk menemui teman tersebut. Kesibukan yang ada membuat jarak kian melebar. Akhirnya mereka yang dianggap selalu ada pun menghilang, atau jangan-jangan kita yang pergi dan tak lagi meluangkan waktu untuk sekadar menyapa? Entahlah. Contoh lain adalah tentang dia yang pernah mengisi relung hati. Dulunya pacar, eh sekarang sudah jadi mantan. Yang dulu selalu berada di samping, eh sekarang malah jadi yang paling jauh. Menjadi asing dan terlupakan. People come and go~

ORANG YANG ENTAH SIAPA, MUNGKIN BERHARAP BERTEMU DENGAN KITA

Masih ada banyak sekali orang yang belum kita temui dan berharap untuk bertemu dengan kita. Barangkali mereka adalah orang yang sudah lama mengenal kita di dunia maya. Barangkali mereka adalah orang yang rajin membaca tulisan dan memandang hasil jepreten kita di internet.  Who knows?  Sebab faktanya aku adalah salah satu orang yang berharap dapat bertemu dengan beberapa orang yang hanya kukenali di dunia maya. Berharap bertemu dengan mereka yang sering mengobrol denganku di jejaring sosial. Berharap bertemu dengan beberapa blogger yang sering aku kunjungi blognya. Mungkin kamu salah satunya.

Sampai pada paragraf ini, sebuah pertanyaan tetiba hinggap di kepalaku. Adakah orang di luar sana yang juga berharap bertemu denganku? Ehem. Kalau ada, semoga Tuhan memberi kita kesempatan untuk bertemu dan mengobrol ya.~ 


***
Gambar asli : Pinterest

Memangnya Kenapa Kalau Curhat?


Aku punya satu kebiasaan, aku suka membaca postingan lama di blogku. Meski sudah hampir sebulan tidak menulis apapun di blog, bukan berarti blog ini kubiarkan ‘terkapar’ begitu saja, sebab faktanya aku masih rajin membuka arsip lama dan membaca ulang beberapa tulisan.  Membaca kembali tulisan-tulisan tersebut membuatku teringat pada orang-orang di dunia nyata yang pernah mampir ke sini. Beberapa di antara mereka menganggap tulisan di blogku adalah curhatan seorang perempuan galau. Bahkan ada yang berkomentar seperti ini “Blog kok isinya curhat mulu. Gak malu nih? Gak ada yang lain yang bisa ditulis?”  

Memangnya kenapa kalau curhat? Lagi pula aku tidak pernah malu menulis isi hati dan pemikiranku ke blog, selama yang kutulis merupakan sesuatu yang pantas dibaca oleh orang lain, menurutku itu bukan masalah. Aku justru merasa bahagia karena bisa menuangkannya ke dalam bentuk tulisan, rasa bahagia tersebut semakin bertambah saat tulisanku dapat menjadi pengingat di masa yang akan datang, menjadi pembelajaran untuk kedepannya dan bisa menjadi refleksi bagi kehidupan orang lain. Jadi kalau mau bilang malu, mungkin yang sering berkomentar dengan nada mengejek yang harus malu, kali ya.

Jujur saja, ketika orang lain menganggap tulisan semacam ini sebagai curhatan, aku justru menggangapnya sebagai bentuk kontemplasi diri. Menurut KBBI, kontemplasi berarti renungan dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh. Kontemplasi merupakan cara untuk memikirkan secara mendalam tentang apa-apa yang akan dan telah dilakukan, jadi saat kita menulis hal-hal yang riuh di ruang kepala berarti kita juga sedang mencoba memahami dan merenungi keadaan, bukan begitu? Itu artinya, menulis adalah media kontemplasi yang efektif dalam hal melakukan evaluasi diri, evaluasi masa lalu dan merancang target masa depan. Therefore, menulis adalah cara untuk mengenali diri lebih baik lagi.

Perihal blog yang isinya curhatan dan cerita-cerita tentang si pemilik blog, kurasa orang-orang tengah berpikir bahwa menulis tentang keadaan atau kehidupan pribadi di sebuah platform yang dapat diakses oleh banyak orang berarti membagi rahasia diri ke orang lain, berbeda kalau curhat ke sahabat atau di buku diary yang digembok, semua cerita akan terjaga kerahasiaannya! Padahal sih kenyataannya bukan seperti itu. Entah seperti apa definisi curhat yang dipikirkan oleh orang-orang.

Kalau ditelusuri lebih jauh, Curhat  merupakan akronim dari Curahan hati, yang bermakna mengungkapkan isi hati atau cerita pribadi kepada orang terdekat secara langsung dengan harapan agar orang yang mendengarkan dapat memberikan solusi, memotivasi, atau si pen-curhat hanya sekadar ingin berbagi cerita untuk menghilangkan beban pikiran dan hati, bukankah hal tersebut terdengar positif?  Seiring berkembangnya zaman, makna curhat mulai berubah menjadi sesuatu yang negatif dikarenakan curhat telah dapat dilakukan di internet yang luas nan bebas ini dalam berbagai bentuk.

( Baca Juga : Realita (dan) Dunia Maya )

Defini “Curhat” seolah bertransformasi dari “Pelepas beban pikiran” menjadi “Ajang menunjukkan diri” sehingga pandangan orang-orang terutama para Nitizen pada blog yang berisi cerita dan pengalaman pribadi pun menjadi miring. Orang-orang tak lagi melihat sebuah cerita atau tulisan di blog sebagai sarana pembelajaran, dan hiburan,tapi sebagai tempat manusia egois yang hanya ingin berbicara tentang diri mereka sendiri. Padahal pandangan seperti ini merupakan sesuatu yang salah. 

WHY DO PEOPLE MOSTLY JUDGE THINGS ONLY FROM ONE SIDE? THE NEGATIVE SIDE? DUH

Tidakkah orang-orang berpikir bahwa blog yang berisi tentang pengalaman pribadi atau semacamnya merupakan cara penulis untuk mengurangi beban pikiran atau pun sekadar berbagi cerita yang mungkin bisa menjadi pengingat dan pembelajaran bagi diri sendiri maupun bagi orang lain?  Seperti yang kukatakan sebelumnya bahwa menulis adalah sebuah bentuk kontemplasi diri. Aku menulis karena memang isi kepalaku perlu untuk dituliskan, toh tujuan utama aku menulis adalah untuk menenangkan hati dan  membahagiakan diri. Menulis bagiku adalah terapi, kalau pun nanti ada yang membaca lalu terkesan dan terinspirasi, bukankah itu adalah sebuah bonus yang akan menambah tingkat kebahagiaan yang ada? Belum-belum lagi bila blog tersebut dapat menjadi ladang rezeki. Uww~

Bagi mereka yang gemar menjudge segala sesuatu dari sisi negatif, pasti akan mengatakan “Yah! Curhat lagi! Galau lagi!” kerjanya menyinyir padahal mereka sendiri sedang kebingungan mencari cara curhat yang aduhai di zaman yang serba canggih ini. Biar kuberitahu; curhat lewat tulisan adalah salah satu cara yang aduhai, bikin puisi atau sebuah cerita pendek dari kisah pribadi, kalau ada yang tanya itu cerita nyata atau fiksi, bilang saja, itu fiksi. Aman kan?

Intinya sih, menulis pengalaman dan kehidupan pribadi alias curhat boleh-boleh saja, tapi menyaring mana yang layak dan mana yang tidak layak disharing ke publik adalah suatu keharusan. You know what I mean, right?