Kenapa Sastra Inggris?

Salah satu alasan kenapa aku jarang berkunjung ke blog tidak lain tidak bukan adalah karena disibukkan dengan tugas kuliah yang kian hari kian menumpuk bak tumpukan rindu yang menggunung, walaupun sebenarnya itu bukanlah alasan utama untuk absen dari blog, alasan yang paling utama sepertinya terlalu klise bila harus disebutkan.



Beberapa hari yang lalu aku mendapat tugas dari salah satu mata kuliah baru untuk semester 4 yaitu Pengantar Hubungan Internasional. Tugas yang diberikan tidak begitu sulit untuk dikerjakan karena hanya disuruh mencari definisi dan sejarah dari International relation, namun ada juga satu pertanyaan dari sang dosen yang merupakan pertanyaan khusus. Pertanyaan tersebut sudah sering dijawab olehku sebelum dan sesudah memperoleh status sebagai seorang mahasiswa.

"Kenapa memilih jurusan Sastra Inggris?"

Jujur saja, Sastra Inggris bukanlah pilihan utamaku, awalnya aku berkeinginan untuk melanjutkan kuliah di jurusan yang sama dengan jurusanku di SMK, yaitu Pariwisata, tetapi berhubung karena orang tuaku tidak mengizinkan anaknya untuk merantau di Negeri orang, ditambah belum tersedianya Jurusan Pariwisata di semua universitas di daerahku, alhasil aku pun harus ikhlas mengubur keinginan tersebut, sama seperti caraku mengubur perasaan cinta dan rindu terhadapmu, sia-sia bila tetap dipertahankan.  Hiks!

Setelah sekian lama merenung, berpikir, dan mempertimbangkan ini itu, aku akhirnya menjatuhkan hati pada Sastra Inggris. Hmm, lagi pula memang lebih baik jatuh hati pada Sastra daripada menjatuhkan hati kepada kamu yang tidak pernah peduli, untuk kedua kalinya. Hiks!

Sayangnya setelah mendeklarasikan pilihanku ke beberapa teman dan guru, yang aku dapati bukanlah kata-kata berupa motivasi melainkan tanggapan negatif, rupanya banyak yang meremehkan jurusan pilihanku ini, bahkan salah seorang guru pernah bercerita kepadaku tentang sepupunya yang menganggur setelah lulus dari Sastra Inggris, beliau juga menyarankan untuk memilih jurusan lain yang prospek kerjanya lebih luas dan tidak diragukan masyarakat umum. Miris, but I appreciated it! Untung saja aku sudah sangat yakin dengan pilihanku dan mensugesti diri agar tidak terpengaruh pada komentar maupun tanggapan negatif tersebut, sehingga saat ini hubunganku dengan Sastra pun semakin intens. Nah, berikut ini merupakan alasan yang melatarbelakangi keputusanku dalam memilih jurusan Sastra Inggris : 

1. Senang mempelajari Bahasa, terutama Bahasa Inggris. 

Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang tertarik mempelajari beberapa bahasa asing dan pernah bermimpi menjadi seorang Polygot, menjadi pandamping hidup kamu juga boleh. Ah sudahlah. Namun, karena mempelajari banyak bahasa asing tidaklah semudah memalingkan wajah dari sang mantan saat bertemu di jalan, aku pun akhirnya memilih untuk fokus pada satu bahasa asing saja, yaitu bahasa yang paling banyak digunakan hampir di seluruh penjuru dunia, Bahasa Inggris.

Bagi yang berminat mempelajari Bahasa Inggris lebih mendalam, jurusan yang satu ini merupakan pilihan yang tepat.  Sastra Inggris tidak hanya mempelajari grammar, tenses, dan vocabulary  seperti yang dipelajari di tempat kursus, tetapi juga akan mempelajari bahasa inggris secara intensif dan lebih mendalam (Konsentrasi Linguistik) mulai dari seluk beluk bahasa inggris, sejarah perkembangan bahasa inggris, pembentukan kata dalam bahasa inggris (Morphology), pembentukan suara dari kata-kata berbahasa Inggris (Phonology & Phonetic), Syntax, Semantics, dll    Sejauh ini aku sangat menikmati setiap mata kuliah yang berhubungan dengan linguistic karena pasti akan selalu ada materi yang secara tidak langsung membuatku menganga dan terpukau.  Ada pula beberapa mata kuliah dasar seperti English Structure, English Reading, English Writing, dan English Speaking yang akan membuat skill dalam berbahasa inggris semakin ter-asah. Pokoknya Mahasiswa Sastra Inggris setiap harinya akan disuap dengan segala hal yang berbau Inggris, bukan disuap dengan  janji manismu, omong kosong!

2. Ketertarikan Pada Dunia Sastra

"Sastra adalah karya tulis yang apabila dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki ciri-ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya" (KBBI : 2008). Bentuk Karya Sastra yang dimaksud adalah novel, puisi, prosa, drama, cerpen, dll.       Dilihat dari pengertian dan bentuk karya sastra itu sendiri; aku menyimpulkan bahwa aku memang memiliki ketertarikan terhadap sastra, dikarenakan membaca karya tulis seperti cerpen, puisi, dan lainnya merupakan hobiku sejak dulu.

Setelah melalui beberapa semester sebagai seorang Mahasiswa Sastra Inggris dan membaca beberapa karya sastra, aku merasa cara berpikirku semakin berkembang dan terbuka, Aamiin. Saat membaca sebuah karya sastra aku berusaha untuk tidak hanya sekedar membaca dan mengetahui bagaimana alur, latar, serta lesson yang terdapat didalamnnya tetapi juga mencoba memahami makna serta maksud yang ada dibalik karya sastra tersebut. Aku dibuat takjub dan kagum oleh para Sastrawan yang bisa mengemas kritik, isu, serta permasalahan sosial dalam bentuk karya sastra dengan plot dan kalimat yang menarik. Isn't briliant? Huh.     Mahasiswa Sastra Inggris dituntut untuk bisa menganalisis karya sastra, khususnya sastra klasik yang berbahasa inggris dari berbagai sudut pandang dengan menggunakan teori-teori seperti filsafat, psikologi, sosiologi, feminisme, marxisme, dan masih banyak teori lainnya.    Intinya, menjadi seorang mahasiswa Sastra Inggris berarti harus membiasakan diri membaca novel, puisi, dll, bukannya membaca chat history dari mantan berulang kali. Paham? Hahah.

Selain itu, dengan membiasakan diri membaca karya sastra klasik maupun modern membuatku semakin termotivasi dan terinspirasi untuk mengasah kemampuan di bidang tulis menulis dengan harapan bisa menjadi seorang penulis yang mampu menciptakan karya sastra yang menarik dan memiliki nilai estetika sendiri di kalangan pembaca, Aamiin.

****

Hmm, itulah dua alasan mengenai jurusan yang aku pilih, sebenarnya masih banyak hal tentang Sastra Inggris yang ingin 'ku tulis disini, tapi berhubung karena aku belum sampai pada semester yang lebih tinggi dari semester sekarang (semester 4), aku belum berani mengungkapnya lebih lanjut.

Mengenai prospek kerja untuk lulusan sastra inggris sebenarnya sangatlah beragam, walaupun aku sendiri belum sampai pada tahap itu tapi aku yakin bahwa jurusanku ini memang memiliki prospek kerja yang sangat luas. Lulusan sastra inggris bisa mengambil profesi sebagai seorang guru bahasa inggris, translator atau interpreter, jurnalis, dosen, penulis, diplomat, tour guide, dan lain-lain. Jadi, kesimpulannya; bukan prospek kerja jurusan yang pantas diragukan melainkan berapa besar usaha setiap lulusan sastra inggris itu sendiri dalam mendapatkan pekerjaan. Iya gak sih? Eh. 

Setiap jurusan memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing, setiap pilihan juga memiliki keutungan dan resikonya, jadi jangan menganggap remeh pilihan seseorang. Aih. Sejujurnya niatku menulis ini hanyalah untuk curhat tentang kuliah tapi ternyata malah terkesan seperti sedang promosi jurusan. Yasudahlah, semoga  postinganku tentang Sastra Inggris berguna dan bisa menjadi pertimbangan bagi para calon mahasiswa yang masih bingung menentukan jurusan. Maaf kalau ada sedikit curhatan terselubung didalamnya. Hahaha.

Thank you

28 komentar:

  1. Wuuuih sastra inggris O(∩_∩)O beruntungnya hheheh
    Aku aja belajar bahasa inggris mesti harus ambil les diluar bertahun-tahun

    Kamu beruntung sambil kuliah (karena emang jurusannya) disisi lain bisa mendalami budayanya juga
    Teteep semangaaat yaah Dek (=^ω^=)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah makasih :3
      Wah, kita sama-sama belajar. Tetep semangat belajar bahasa inggrisnya Kak. Hehe \:D/

      Hapus
  2. jurusan yang keren banget,haha~
    "bahasa inggris kan termasuk bahasa internasional, kemana pun kita, dengan menguasai bahasa inggris saja setidaknya udah mempermudah komunikasi, dan juga berbagai macam teknologi kan aplikasinya kebanyakan bahasa inggris" kate cik gu saye disekolah wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah Alhamdulillah kalo kweren.~
      Iya, bener tuh kata guru kamu, bahasa inggris itu penting karena bahasa y digunakan hampir di seluruh penjuru dunia, jadi mempermudah komunikasi kita sama orang-orang luar/secara internasional. Hehe :D

      Hapus
  3. Iya sih.. Semuanya juga harus pake usaha.. Dan bener ngt kalo bukan prospek kerja jurusan yang pantas diragukan melainkan berapa besar usaha setiap lulusan sastra inggris itu sendiri dalam mendapatkan pekerjaan, semangaaat.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Usaha dan doa(:
      Yep, yang diragukan itu usaha tiap individunya, kalo kita berusaha dan berdoa, sudah pasti akan ada peluang dan kesempatan. Semangatt (:

      Hapus
  4. Wuuaahh anak sastra englis. Kereen. Entah kenapa aku selalu salut dengan cewe yg jago bahasa inggris. Cantik dan cerdasnya dapet.

    Bhahahaa, iya aku maafin kok karena ada curhat terselubungnya. Hiks.
    Membaca chat history dr mantan Wkakaka :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih, makasih lan, aku gak dapet cantik dan cerdasnya, aku dapet ilmu bahasa inggrisnya aja xD

      wkwkw, kalau galau ya gitu, curhat baper xD

      Hapus
  5. Nov, kamu lagi galau? Ini postingan soal jurusan tapi ada nyerempet ke cinta-cintaan juga. Puk puk Noviyana kalau memang galau :')

    Keren, Nov. Jurusan Sastra entah kenapa selalu menarik perhatianku. Apalagi Sastra Inggris. Adekku juga pernah digituin, disaranin ngambil jurusan lain aja pas dia keukeh mau ambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Tapi akhirnya dia tetap ambil jurusan itu juga.

    Kalau kuliah di jurusan yang kita inginkan, bikin kita excited dan nyenengin ya, Nov. Bikin kamu menganga dan terpukau, dan makin semangat belajar. Daripada kuliah di jurusan yang nggak diinginkan, bawaannya pasti males. Huhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah galau dikit aja kok cha :')

      Iya cha, heran sama orang-orang yang bukannya mendukung tapi malah ngancurin harapan orang, liat positifnya aja; itu tanda kepedulian mereka hahah. Alhamdulillah kalo adik kamu tetep konsisten sama pilihannya \:D/

      Iya, untungnya jurusan ini sesuai sama passion aku jadi excited tiap masuk kampus :D

      Hapus
  6. Cwek sastra slalu mmpunyai aura feminim plus romantis apalagi bhs inggris, pikiran nya skala globalisasi deh.

    Oiya, mhasiswa bhs inggris itu krennya klo sya liat jdi gate bule, kren bnget beuh. Gmana nov, stuju ga? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih semoga aja bener kayak gitu ya. Hahah. Makasih, aku cewek sastra. Bhaks xD

      Yap, kebanyakan mahasiswa bahasa inggris sering jadi tour guide, untuk kerja part-time gitu sambil kuliah(:

      Setuju setuju aja sih, Rey. Makasih \:D/

      Hapus
  7. Bisa berbahasa Inggris lancar itu masih agak jarang di Indonesia, gue yakin lu mah begitu lulus bisa dapet kerja, Nov. Bahasa Inggris itu sebuah modal menurut gue. Lagian, gue jurusan Manajemen (yang kata orang-orang prospek kerjanya bagus) nih, tapi banyak juga Sarjana Ekonomi yang masih nganggur.

    Intinya jurusan nggak terlalu berpengaruh sama kerjaan. Yang paling ngaruh itu semangat dan passion. Halah. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo sekarang yang lancar berbahasa inggris di Indonesia udah mulai banyak kok. Insha'Allah, Aamiin, makasih. Wih iya, prospek kerjanya bagus, tinggal usaha biar pas lulus nanti bisa langsung kerja dan gak nganggur:3

      Bener, semangat \:D/

      Hapus
  8. paten banget dong ih...sastra inggris mah, kan kelak bisa cac cis cus pake bahasa inggris dicampur pake bahsa sunda...keren pisan tah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, iya, Mas. Bisa cas cis cus sama bule pake Bahasa Inggris campur bahasa Sunda dll, tapi aku gak bisa bahasa Sunda. Hiks.

      Hatur nuhun \:D/

      Hapus
  9. Dari SMK ke Sasing, sama dong :D

    BalasHapus
  10. sastra inggris ya... iya sih, belajar bahasa itu cukup menantang. pariwisata sama sastra inggris sama-sama pake bahasa inggris juga kan. nanti saya kuliah juga berhubungan sama bahasa inggris mbak, hubungan internasional. di kampus saya nanti itu jurusan satu fakultas sama sastra :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap, belajar bahasa itu emang menatang & seru. Iya, dua-duanya sama-sama pake bahasa inggris. Waaahh iya, jurusan HI emang harus bisa bahasa inggris tuh, keren, belajar budaya sama politik juga. Oh gitu, kirain ada di bawah fakultas Ilmu Sosial dan Politik :'D

      Hapus
  11. Nov, aku juga awalnya selalu bercita-cita utk ngambil jurusan b.inggris entah itu sastranya atau pendidikan gurunya. Ah tapi sayang bgt aku malah keluar jalur krn wkt SMKnya aku ambil SMK farmasi pffft. Lillahita'ala aja vi semoga nanti dipermudah dapat kerjaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hemm, kadang memang gitu yak, apa yang kita pengen gak selalu tercapai. Tapi semoga pilihan kamu yang sekarang ini adalah pilihan terbaik. Yang jelas selalu ada hikmah dibalik semua kejadian. Tssah, muehehe :'D
      Aamiin

      Hapus
  12. Waaaaaaah belajar sastra inggris juga yah...
    Gue juga. Boleh dong kapan-kapan nanya-nanya kalo ada yang mau ditanyain :D
    boleh yak... yak yak yak....

    BalasHapus
  13. hai... sama nih aku juga diremehin orang lho gara2 ambil matematika *tanteku sndiri malahan hahah*, tapi ternyata aku bisa buktiin kok ke dia terutama kalo matematika juga bs sukses dan punya pencapaian lebih sampai pas aku komen disini nih haha

    besides, learning languages is the most relaxing thing to do, asal nggak ditambah sama tugas baca novel tebel seminggu dan dikasi ringkasannya hahaha

    semangattttt!!! nggak ada yang nggak manfaat kok kalo belajar yuhuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uiihh, matematika kok diremehin. Aku aja engga bisa kalo soal hitung-hitungan. Alhamdulillah, yang tahu dan siap nerima resikonya kan kita, percaya sama diri kalau kita bisa, dan sukses itu ada ditangan kita bukan di bibir orang lain :D

      Baca Novel justru jadi salah satu hal yang bikin belajar bahasa itu engga ngebosenin bin susah :')

      Semangat jugaaaa \:D/

      Hapus
  14. Barusan tadi siang presentasi linguistik, baca postingannya novi disini keinget lagi dengan teman-temannya, morphology, syntax, oh well.

    Biasanya orang lain meremehkan jurusan pilihan seseorang itu karena ketidaktahuannya dan contoh lulusan yang ia tahu hanya yang gagal aja. Buktiin ke mereka nov, kalo lo bisa dapet profesi yang bagus kelak, amin. :)

    Blognya udah gue follow ya nov, ditunggu follow backnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih. Sastra Inggris juga ya?

      Bener, mereka meremehkan karena belum tahu banyak tentang jurusan kita. Insha'Allah, Aamiin. Makasih ya \:D/

      Hahaha okee okee:))

      Hapus