Perihal Cinta Dunia Maya


Ada dua tipe pasangan yang menjalin hubungan jarak jauh atau lebih dikenal dengan istilah Long Distance Relationship (LDR). Pertama, pasangan LDR yang sudah pernah bertemu dan bertatap muka secara langsung. Kedua, pasangan LDR yang belum pernah bertatap mata namun sudah saling jatuh hati berkat kecanggihan teknologi, hubungan semacam ini dikenal dengan nama cyber love atau digital love.

Saat ini kelihatannya jumlah tipe yang kedua semakin bertambah banyak dibanding tipe pertama, bagaimana tidak? Seiring berkembangnya zaman, terlebih kemajuan di bidang teknologi, informasi dan komunikasi, mendapatkan teman hidup yang jauh di seberang samudera bukanlah hal yang sulit; bermodalkan handphone, sinyal, pulsa dan kemampuan bercakap yang asik, mendapatkan hati lawan jenis bukanlah suatu hal yang mustahil, apalagi bila orang tersebut seringkali gagal dalam percintaan; maka tidak ada salahnya bila menjadikan jejaring sosial sebagai alternatif yang lebih aduhai dalam mencari pasangan.


Meskipun begitu, seorang fakir asmara yang sedang gunda gulana perihal jodoh harus tetap berhati-hati saat mengembara di dunia maya, sebab kita tahu dibalik kebaikan sosial media yang memberikan kemudahan kepada penggunanya dalam berinteraksi,  sosial media pun penuh dengan kepalsuan; ada banyak orang menjelma menjadi malaikat dumay dengan modus-modus tertentu demi mencari keuntungan pribadi, menggunakan foto palsu dan lain sebagainya; untuk itulah diperlukan penyelidikan lebih lanjut mengenai identitas diri lawan jenis yang sedang diajak pedekate. Stalking misalnya.

Berbahagialah bila akun tersebut mempunyai identitas yang jelas dan terpercaya, plus pemiliknya masih berstatus single, apalagi kalau keduanya juga sama-sama merasa nyaman saat berkomunikasi dan bercerita mengenai kehidupan masing-masing. Yang perlu dilakukan selanjutnya ialah merencanakan pertemuan dan menjadikan hubungan tersebut lebih dari sekadar imajinasi belaka; maksudnya, yakali mau menjalin hubungan tanpa tahu wujud asli pasangan kayak gimana? Semu.

Tak bisa dipungkiri, meski digital love saat ini telah menjadi sesuatu yang lumrah, masih banyak pula orang yang menganggap hubungan tersebut aneh, banyak yang bepikir “Kok bisa ya menjalin hubungan tanpa ada pertemuan nyata?”  Berkaca dari para Fangirl yang berangan-angan untuk dapat menjalin hubungan istimewa dengan idola mereka padahal nyatanya belum pernah bertemu bahkan berinteriaksi sama sekali, hal tersebut juga berlaku untuk para pejuang LDR tipe kedua; digital love fighter. Atau, bila bisa meminjam kata-kata Boy Candra dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu, teriakkan saja kepada mereka “Kalian terlalu sempit mengartikan cinta dan rasa!” Uhuk.

( Baca Juga : Kamu Pernah Jatuh Cinta? )

Intinya semua balik ke diri masing-masing, orang-orang mungkin akan menjudge hubunganmu, namun tidak ada salahnya untuk menjadikan itu sebagai sebuah nasehat agar lebih berhati-hati dan wawas diri.  Akan ada pula yang berkata bahwa hubunganmu tidak akan bertahan lama but it’s not their business, toh yang menjalani kan bukan orang-orang tersebut,  selama para pejuang LDR yakin dengan pilihan mereka dan hubungannya masih baik-baik saja, then go on. Banyak kok yang hubungan semacam ini yang bermuara di pelaminan, nih salah satu contohnya.


Dari foto di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jodoh itu tidak kemana, tidak selamanya cinta dunia maya itu bohong belaka, tidak selalu pasangan dunia maya itu tidak bisa dipercaya, tapi kalau kelamaan dibiarkan hanyut dalam ketidakpastian dan telah habis kesabaran, silahkan lambaikan tangan ke kamera and say bubye baby~

Wassalam.

***
Sumber Gambar : 
- Pixabay.com
- Facebook Meme And Rage Comic Indonesia

35 komentar:

  1. nah...berarti kita juga melangsungkan pernikahan dengan mengikuti jejak foto diatas itu,melalui LDRkan..

    hayu atuh...kapan, coba?

    BalasHapus
  2. Mungkin mengikuti perkembangan jaman kali ya mba, karena dengan mudahnya sekarang semua orang bisa mengakses dan terlibat di dalam dunia maya, dan herannya perasaan pun ikut hanyut di dalamnya hingga dapat menumbuhkan rasa yang seharusnya memiliki etika dan moral yang mudah di rasionalkan yang tidak dapat lagi dirasionalkan bahkan banyak yang disalahgunakan oleh beberapa oknum di dunia maya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Tiap zaman punya ciri khas dan kelebihannya. Zaman dulu jatuh cinta itu dari mata turun ke hati, zaman sekarang justru dari media sosial (foto, tulisan, suara, video) turun ke hati. Hahah. Harus hati-hati juga ya, Mbak.

      Hapus
  3. ih saya mah sesuai umur kali ya... nggak bisa percaya dg ldr tipe 2, buat sy nggak usah aja krn nggak real....:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bu. Aku juga mikirnya gitu, tapi zaman sekarang udah banyak fitur medsos dan media yg mendukung tipe kedua kok. Ehehehe

      Hapus
  4. Hahahaha aku sama yang sekarang juga berawal dari dunia maya, kok, Teh Nov. Banyak sekarang yang jatuh cinta sama seseorang karena hanya dari ujung telepon doang. Haduh, cinta emang banyak bentuknya kan? :'D
    Tumbenan Teh Nov bahas ginian, pernah ngerasain gini, Teh? :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata Riska salah satu pejuang LDR tipe kedua yaaaa. Aku juga pernah nih, jatuh cinta karena rajin ngobrol tiap hari di massenger, sekarnag udah engga sih. Hahaha.

      Pernah, Ris. Tipe satu dua udah pernah kok, sekarang udah tipe tiga:')

      Hapus
  5. Mungkin bisa dibilang 'digitalisasi cinta' kali yaa.. bercinta hanya menggunakan media internet yang nota bene terdiri dari karakter-karakter digital...

    Tapi kalau memang sudah jodoh, siapapun tak ada yang bisa menghalangi, yang penting bagaimana menjaga agar hubungan yang tercipta melalui medsos ini bisa berjalan langgeng, tidak terputus di tengah jalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah iya. Media internet jadi penghubung dua insan yang berjauhan. Ehe

      Setuju banget tuh! Menjaga hubungan tetap langgeng itu emang susah ya, Mas. Wkwkw

      Hapus
  6. temen satu kosanku nih, ceritanya juga gini!
    dia di padang, pacarnya di kalimantan, blm pernah ketemu, tapi akhirnya pacaran dan menikah...
    sungguh LDR goals

    BalasHapus
    Balasan
    1. GOALS! Pengen kayak gitu juga tapi apalah daya takdir tiap pejuang ldr beda-beda HAHAHA

      Selamat ya buat temen kosannya. Semoga jadi keluarga yang samawa:))

      Hapus
  7. kamu kan pejuang LDR juga nih nov, tipe yg keberapa? Hahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku tipe satu sama dua udah pernah, Mbak. Hahahah

      Hapus
  8. Agak serem yg tipe 2, itu menurutku sih
    Mana tau di medsosnya pasang foto kinclong bening, tp pas ditemuin beda hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Makannya itu perlu adanya penyelidikan dan penelusuran yang lebih jauh lagi, tapi ya perlu untuk tetep waspada juga. Ehe

      Hapus
  9. meski LDR, setidaknya harus pernah bertemu sekali..utk meyakin kan bahwa keduanya sama2 serius dan apa yang diomongkan melalui dunia maya sesuai kenyataannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuuu banget! Tapi ada juga yang udah menjalin hubungan terlebih dahulu sebelum ketemu untuk pertama kalinya. Hihi

      Hapus
  10. Saya cenderung lebih berhati-hati dengan dunia maya, kecuali urusan bisnis di sosmed ada yg menawarkan makanan murah gratis ongkos kirim,,
    Bru sya minat.,, hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, tiap orang punya cara masing-masing untuk menanggapi hal-hal di dunia maya, ya, Mas. Saya juga sangat bersedia kalau ditawarkan makanan gratis hahah

      Hapus
  11. Betul, betul. diperlukan kehati-hatian dan kewaspadaan jika menjalin asmara lewat media social. Banyak orang yang berpura-pura jadi wanita, sesungguhnya dia lelaki atau sebaliknya.
    Intinya sebelum menuju jenjang kepernikahan, pastikan dulu jenis kelamin pasangannya.
    Jangan sampai jeruk ketemu jeruk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah iya, Mas. Banyak yang ganti jenis kelamin di sosial media, makannya harus ditelusuri lebih jauh lagi sebelum mejatuhkan hati yak. Wkwkw

      Sepakat hihih

      Hapus
  12. Waah bahas ldr jadi ingat deaa kak :D *semoga orangnya ga baca*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, si Dea itu pejuang LDR juga ya, Ris? Uhuk

      Hapus
  13. Era digital tidak menutup kemungkinan untuk tumbuhnya cinta meski tak bertatap muka, kalau jaman mak-mak dulu dijodihin, tanpa ketemuan, ketemunya malah setelah di acara pernikahan ya gitu sih ada yg sukses sampai kakek nenek ada juga yang putus ditengah2 biduk rumah tangga, namanya juga jodoh kali ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak. Bahkan sebelum zaman digital pun, orang-orang bisa saling jatuh cinta hanya dari tulisan, dulu kan chattingannya lewat surat juga hihih. Yah, kita gak tau kedepannya bakal gimana, wkwkw. Kok aku kayak gak nyambung gini. Ngehehe

      Hapus
  14. Gokil, itu bener-bener komitmen yak. Belum pernah ketemu bisa sampai nikah. Kekuatan hati memanglah~
    Yap. Dan jodoh emang udah diatur. :)

    Gue pernah jadi pejuang LDR yang kedua. Tapi seminggu dia bilang suka, kami langsung ketemuan. Wahaha. Sampe ketemuan dua kali gitu, sih. Tapi gak lama habis ketemuan yang kedua, kami malah putus. Alias gue yang mutusin. Entah waktu itu kenapa. :|

    Ya, intinya mah dunia maya sebetulnya bisa jadi nyata juga, kok~ :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, hubungan yang berlandaskan komitmen yang kuat memanglah luar biasa, yah~

      Wahahaha, Yoga jahat juga yak xD

      Sepakat:)))

      Hapus
  15. Gue sih setuju kalau jodoh itu ga kemana, ga akan ketuker. Intinya pasti balik ke gue, eaaaaaaa hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eaaaa, semuanya udah diatur sama Allah ya, Teh. Balik atau engganya mah kita engga tahu, yang penting berdoa biar dijodhon aja huahahaha

      Hapus
  16. G berani komen soalnya,,ntr curcol soalnya wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gapapa curcol. Kusuka dengerin orang curhat kok:)))

      Hapus
  17. jodoh gabakal kemana,
    meskipun dia sekarang seneng2 sama pacarnya, kalo jodoh dia itu gw, pacarnya bisa apa 😂😂 wkwk

    BalasHapus
  18. Pertama – tama saya harus sampaikan apresiasi karena tulisan yang ‘mengalir’ dan tanpa typo, setidaknya dari pandangan saya. Kata – katanya sederhana dan gampang dicernah, kalau pun ada beberapa istilah prokem milenial toh semuanya dibuat menjadi jelas. Keren dan hebat!

    Sebelum berkomentar saya ingin mengatakan satu hal. Judul blog ini, Shihali saya piker orang Batak, sepintas seperti silalahi, ah lupakan saja, itu karena pengamatan saya yang kurang cermat.

    Baiklah kembali ke konten, Cinta dunia maya dan Hubungan Jakak Jauh.

    Apa yang ditulis dalam blog ini, banyak hal saya benarkan.

    Pertama soal menemukan jodoh lewat sosial media, saya setuju karena saya mengalami. 2013 saya bertugas di Papua dan menemukan seorang wanita cantik lewat face book.
    Wanita cantik yang kini jadi istri dan ibu itu tinggal di Jakarta. Namun benar unsur kehati –hatian, cek n ricek memang mutlak diperlukan. Seorang sahabat mencoba mencari peruntungan tentang cinta seperti saya, apes yang ditemui ialah profil FB tidak sesuai kenyataannya (profil FBnya cantik bangat ternyata saat bertemu, sebaliknya). Memang cantik, ganteng, jelek, dan lain – lain itu relatif namun unsur keharusan adalah memastikan kebenarannya. Jadi setuju dengan postingan ini.

    Tetapi kalau saya boleh saran (kepada pria muda), unsur kedekatan dan mengenal secara personal itu lebih penting. Kalau pun ada yang seperti saya itu hanyalah kebetulan semata (izin untuk mengatakan demikian) karena saya percaya mengenal lebih dekat maka engakau akan tahu lebih banyak, itulah cinta dan cinta bukan ilmu pengetahuan yang membutuhkan riset tapi soal hati dan kedekatan emosional.

    Demikian!

    Salam kenal anak muda, tulisannya keren.

    BalasHapus