10 Januari 2016

Sahabat Se-abad

Image Source
Ada satu titik di mana aku sadar bahwa teman-teman yang dulu selalu ada satu persatu mulai menjauh, yang awalnya adalah teman akrab kini seakan menjadi orang asing, yang dulu sering bertemu dan berbagi cerita pun jadi jarang meluangkan waktu bersama, jangankan untuk bertemu, memandang saja pun sudah tak boleh apalagi menyanyi bersama bagai hari lalu, untuk sekedar berkomunikasi lewat handphone dan merencanakan sebuah pertemuan pun sangat jarang, bahkan ada juga beberapa teman yang enggan bertegur sapa saat tidak sengaja berpapasan di jalan. 

Kalau coba menengok ke belakang dan mengingat kembali masa lalu bersama orang-orang yang di sebut teman lama, rasanya ingin sekali bisa mengulang waktu dan balik ke masa itu, sayangnya waktu di takdirkan bukan untuk berputar dari masa sekarang ke masa lalu, dia berjalan begitu cepat menuju masa depan, ia tidak lagi seperti dulu, hingga kita sendiri kadang tidak menyadari bahwa ada banyak perubahan yang tercipta karena perputaran waktu, termasuk perubahan orang-orang di masa lalu. Berangan-angan untuk kembali ke masa lalu hanya akan membuatmu menemukan jalan buntu.

*****
Beberapa tahun silam sewaktu masih duduk di bangku SD, aku memiliki lima helai teman dekat, ah aku lebih suka menyebut mereka sahabat. Bagiku mereka merupakan orang-orang paling menyenangkan yang pernah kukenal, mereka adalah tempat berkeluh kesah, bersenda gurau, tempat berbagi makanan, teman berpetualang, dan masih banyak hal lainnya. Aku bahkan masih ingat bagaimana awal kisah dari dari hubungan pertemanan kami.  Semuanya bermula di tahun 2004 sewaktu aku masih duduk di bangku kelas 4 SD. 

Suatu hari, wali kelasku membagi siswa-siswanya menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri atas lima siswa; sejak saat itulah, sebuah group yang kini dikenal dengan nama Avatar mulai menunjukkan eksistensinya di dunia yang penuh drama ini. Group tersebut terdiri atas lima anak perempuan bernama Novi, Dwi, Evi, Ribka, dan Karen. Kami berlima selalu bersama, makan bersama di belakang perpustakaan saat jam istirahat, bermain dan berpetualang bersama di hutan untuk mencari buah-buahan. 

Selama beberapa tahun menjalin kebersamaan dan menjadi teman satu genk di Sekolah Dasar, kami melalui banyak kejadian lucu yang bila diceritakan disini mungkin akan menjadi sebuah cerita yang sangat panjang, ah nanti akan aku ceritakan di postingan selanjutnya. Hahah--"

Hubungan pertemanan kami berlanjut hingga ke jenjang SMP, kami berempat masuk ke sekolah yang sama kecuali Ribka, dia bersekolah di luar daerah. Waktu SMP, kami berada di kelas yang berbeda namun selalu menyempatkan diri untuk pulang bersama, saling menunggu satu sama lain agar bisa berkumpul di jam istirahat bahkan juga mengikuti ekstrakurikuler yang sama di sekolah. Itu berlangsung terus dan semakin hari semakin menjadi rutinitas. Di masa putih biru ada beberapa perubahan yang terjadi dalam diri kami, yaitu perubahan dari anak-anak menjadi remaja yang mulai mengenal cinta, dan perubahan pada fisik, tentunya. Hahah.

Singkat cerita; tanpa disadari kami berlima pun akhirnya resmi melepas masa SMP dan bersiap melangkah menuju masa putih abu-abu. Kali ini Aku, Evi dan Karen masih tetap bersekolah di tempat yang sama, kami bertiga memilih lanjut ke SMK dengan jurusan berbeda, sedangkan Dwi dan ribka memilih melanjutkan ke SMA. Di masa inilah aku mulai merasakan banyak sekali perubahan dalam pertemanan kami, aku tahu jika masing-masing dari kami rupanya sudah menemukan dunia baru yang lebih nyaman dan seru. Kami semua mencoba menyesuaikan diri dengan suasana baru dan memilih mengabiskan waktu dengan kawan baru, kali ini tidak ada lagi yang saling mengekor pada teman yang sudah lama menemani, semuanya berubah seiring perputaran waktu, sehingga ada suatu keadaan dimana aku merasa telah tergantikan, mungkin mereka juga merasa begitu, mungkin.

Egois bila harus menyalahkan keadaan, karena pada kenyataannya semua pasti akan tetap mengenal dunia lain yang lebih luas, dunia yang tidak hanya terdiri atas kami berlima. Ada satu masa dimana aku menyaksikan masing-masing dari kita sedang asik dengan teman baru, aku akhirnya jadi tak berani menyapa, tak mau mengganggu yang sedang asyik dengan dunia barunya. Untung saja semua itu tidak membuat kami berhenti untuk saling mengabari satu sama lain dan menyempatkan diri bercerita tentang banyak hal, meski tidak sesering dulu.

Tiga tahun setelah menjalani masa putih abu-abu, kami akhirnya dihadapkan pada beberapa pilihan untuk kehidupan kami kedepannya. Beberapa diantara kami memilih melanjutkan kuliah, salah satunya adalah aku. Kini kami semua punya kesibukan masing-masing. Intensitas pertemuan pun berkurang drastis, bahkan hanya beberapa bulan sekali, itupun kalau memang ada kesempatan. Maaf karena dalam hal ini akulah yang paling banyak alasan untuk bertemu dengan kalian, tapi sungguh aku tidak bermaksud menghindari pertemuan, keadaanlah yang memaksaku untuk menundanya. Ehm.

Oh iya, maaf karena selama ini aku diam-diam suka kepoin akun sosial kalian. Rupanya semakin hari semakin banyak perubahan yang terjadi, perubahan dari  pipi chubby menjadi tambah chubby, dari rambut panjang berubah jadi pendek, dari yang yang sering membuat postingan bijak di facebook pun berubah jadi postingan baper nan galau, dari yang anak metal sekarang berubah jadi Religius (baca: Alim), Masya'Allah. dan dari yang hobinya menggambar sekarang jadi suka menulis, tulisan di blog ini  buktinya, bisa baca sendiri kan? hahah. Dengan melihat perubahan kita semua, aku jadi tahu sudah sejauh apa hidup kita telah berubah, ahay.

Aku berharapnya kita berlima tetap bisa menjadi teman dekat seperti dulu, jadi sahabat se-abad. Bhaks.

*****

Ternate, 06/09 Januari 2016  

Selamat Ulang Tahun Evi dan Ribka, maaf gak ada kado spesial yang bisa aku berikan buat kalian. Hanya Doa yang bisa aku panjatkan, Doa terbaik untuk kamu.  Maaf  karena gak bisa jadi teman yang baik untuk kalian. Maaf karena telat mengucapkan selamat ulang tahun kepada kalian Eh dari tadi maaf maaf mulu. Semoga dengan bertambahnya usia bisa membuat berat badannya Evi berkurang, kalian jadi  makin cantik, rejeki berlimpah, & sukses kedepannya. Aamiin


(Sebenarnya hari rabu kemarin aku sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuk Evi di bbm, line dan twitter tapi ternyata semua sosmed itu udah gak aktif -_- )

Beberapa bulan yang lalu Evi juga memintaku untuk membuat sketch wajahnya tapi karena aku gak begitu mahir dalam bidang ini jadi hasilnya kurang memuaskan. Hahay~

Maaf gambarnya jelek, maaf pipinya masih kelihatan lebar
*****
Rasanya postingan kali ini banyak gak nyambungnya mulai dari judul sampe isi nya juga, iya gak sih? Ah kecewa karena minggu ini cuma bisa update satu postingan, padahal rencananya mau update 2-3 postingan dalam satu minggu tapi karena waktu itu aku masih pusing memikirkan UAS, rencana menulis pun tertunda selama beberapa hari. Untunglah badai UAS yang menerjang sistem kinerja otak mahasiswa disini sudah habis di makan waktu (baca:berakhir), sehingga hari ini aku bisa melanjutkan rencana yang sempat tertunda itu.

Goodbye semester III. Yeay
Share:

26 komentar:

  1. yaa begitulah. seperti kata pepatah "memperoleh itu mudah, yang susah itu mempertahankannya"
    begitupun dengan sahabat. waktu, tatap muka, keegoisan, salah paham, bahkan hal2 kecil pun bisa menggoyahkan semangat kita untuk mempertahankannya.

    tapi ketahuilah, rasa sayang, kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan adalah pondasi kuat yang tidak bisa dikalahkan oleh hal diatas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, mempertahankan sesuatu itu memang susah :')
      Hemm, iya, ka. :""

      Hapus
  2. Betul betul betul kata risca kak:D mungkin bukannya mereka melupakan persahabatan kalian, tapi mereka hanya ingin mencari kebebasan diluar sana. Sahabat gak harus samasama terus kan?maksudnya gak harus kesana ngekor kesini ngekor kesitu ngekor lamalama jadi ekor*eh
    Sahabat itu tempat berbagi cerita, susah, senang, segala macam. Tapi kalau mereka udh bisa mencari jati diri sendiri apa salahnya kan? berati mereka udh bisa untuk melanjutkan hidupnya sendiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Biarkan dia terbang bebas. Cukup kita hanya memantaunya dari kejauhan. Jika sayapnya mulai patah dan lapuk bantu dan obati dia dengan bunga mawar yang segar
    *tsaah**nyengirkayakuda*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu ya *mangut*
      Iya hahah, mereka emang lagi sibuk, de :v
      Duh iya, tapi semoga mereka gak saling meluapakan disaat sudah berhasil menemukan jati diri masing-masing :')

      Mawar segar? Wewwwkwkwk xD
      Thank you degesss

      Hapus
  3. Duuh itu masih kompak aja walau skrg jauhan. Apalagi pas SMP. Walau beda kelas, tetep kompak, saling nungguin pas pulang sekolah.

    Jadi teringat temen sekolah juga. Kebanyakan penyebabnya karena jarak dan kesibukan masing-masing ya Nov.
    Tapi insyaAllah semuanya bakal tetep terjalin, sahabat seabad :))
    rajin komunikasi saja. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, lan. Barengan terus dulu waktu masih sekolah :'v
      Aamiin. Thanak you, lan :D

      Hapus
  4. Gw juga punya tmen mulai dari masa kecil sampe sekolah.. Tapi yg namanya kehidupan emang berputar terus, gak mesti bareng2 lagi.. Kita bakalan dipertemukan dngn orang2 baru, tapi gak harus ngelupain yg lama:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener! Seiring berjalannya waktu kita pasti akan di pertemukan dengan orang-orang baru, dan bukan berarti harus melupakan yang lama :'))

      Hapus
  5. Termasuk langgeng tuh persahabatannya, walaupun sekarang udah jarang ketemu. Tapi tetap keren, Nov. Jarang-jarang orang bisa berteman seawet itu. Segala dulu waktu SD udah ngebentuk gank. Ciyeeee. Keren dah. :D

    Aku juga punya sahabat seperkumpulan gitu, dari SMP. Sekarang tetap berteman sih, cuma jarang ketemu. Kalau ketemu pas bukber bulan puasa :( Sekarang menurutku, sahabatku yang benar-benar dekat itu cuma satu. Haha.

    Waaah, gara-gara baca ini jadi pengen nulis soal sahabat juga. Makasih ya, Nov. Sudah menginspirasi :'D

    Btw, selamat ulang tahun ya buat Evi dan Ribka. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Ya itu gank nya cuma iseng doang, lagian sebenernya bukan genk sih, cuma kelompok orang gak jelas hahahah xD

      Wah semoga nanti bisa sering ketemu ya, cha \:D/
      Aku mah sahabat yang bener-bener deket cuma satu juga, itu pun kucing wkwkwk

      Wah ternyata tulisan absurd kayak gini bisa menginspirasi orang juga. Yeayy *jingkrak-jingkrak*

      Makasih cha \:D/

      Hapus
  6. Samaaa aku juga pernah sedih saat ngalamin masa-masa kaya gitu, tapi namanya juga hidup, patah satu tumbuh seribu pasti Tuhan juga udah nyiapin orang-orang baru didepan sana (=^ ^=)

    BalasHapus
  7. akan datang saatnya, orang2 yang ada di sekitar kita akan memilih jalannya masing2, dan kita akan melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada diri kita, lalu menertawakannya bersama-sama ketika kumpul kembali pada suatu kesempatan. tak ada persahabatan yang lebih indah dari pada itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insha'Allah, pas reuni jadi bernostalgia bersama. Ahay~

      Hapus
  8. salah satu momen terberat dari hidup mungkin memang momen2 setelah SMA. udah 12 tahun sekolah, lalu harus melepas seraga begitu saja. melepas teman-teman, yang duluny akrab.. sekarang jadi kayak asing. itu true story sis :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sedih. Setiap orang mengalami itu, true story emang :'3

      Hapus
  9. Gue juga rindu temen-temen akrab dari zaman SD-SMK. Sekarang boro-boro komunikasi, nomor mereka aja udah pada ganti. Hahaha.
    Sekarang hampir lost contact.

    Tapi katanya kalo temen yang bisa akrab sampe 7 tahun, dia bakalan jadi temen selamanya :))


    Btw, gambarnya keren kok. :))
    Gue susah banget gambar tangan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa ketemu lagi sama mereka ya dan kontak-kontakan lagi :3

      Iya, semoga beneran. Aamiin

      Makasih hahahah.
      Aku juga gak bisa gambar tangan :v

      Hapus
  10. wah sekolahnya berurutan bareng.. sahabatan keras itu.. apalagi kalau udah punya anak2 cucu2 pasti makin seru.. saling menjodohkan huekakakakakaka

    BalasHapus
  11. Shabatanya pake apa nov? Formalin atau boraks? Hehe
    Jarang2 loh ada orng yg prtemanan nya awet kyak bgitu. Pertahaninn dong!
    Klo sya sih hrus ada korlap yg mngatur pertemuan ato meet up, klo sama2 cuek ya g bisa ketemulah. Mungkin novi bisa ambil alih posisi itu (wehehe)
    Oiya slamt ultah buat mba evi (ini evi mana ya? Evi masamba ato evi?)
    oiya, gmbarnya g kurang kontras prbedaan hitam gelapnya g kliatan vi. Coba tmbah sdikit arsiran. But overall, keren banget. Entah ini tulisan baper krna g bisa ktemu sama teman lama atau tulisan seorang noviyana shiali yg mrindukan kenangan masa lalu. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pake doa kali yak (?) Hahah *krik krik*
      Siip, pasti di pertahanin :))
      Makasih, hahaha bukan Evi Masamba :v
      Iya heheh, nanti lain kali kalo mau gambar bakal di tambah sedikit arsiran, makasih sarannya:3

      Dua-duanya, Rey :v

      Hapus
  12. Dunia emang luas, dan mereka berhak untuk melangkah ke sana lebih jauh, tanpa kita. Ih, sesek. :(
    Baca ini jadi kangen sahabat-sahabat aku :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, karena itulah setiap orang berhak menentukan ke dunia mana mereka akan melangkah, tidak terkecuali Sahabat(:

      Susun rencana ketemuan sama sahabatnya neng:D

      Hapus
  13. Huaaaaaa sedih dehhh vi. Tapi yah that's life, people come and go, and all we have to do is moving on. Kita kan ga bisa minta spy orang itu selalu ada di sisi kita, kecuali kamu menikahi mereka hahahaha. Btw happy birthday, Evi!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, time makes everything changed :')
      Hahah iya, kalo itu mah khusus buat cowok, masa iya aku nikah sama sahabat, cewek lagi. Huaaksss nehi nehi xD

      Thank you, Nggit :D

      Hapus