Favorite Things of Being An English Literature Student


Tahun 2016 lalu aku pernah menulis  tentang alasanku memilih berkuliah di Jurusan Sastra Inggris. Tak disangka tulisan tersebut akhirnya membuatku berkenalan dengan adik-adik manis yang  nyasar di blog ini saat sedang mencari informasi tentang ‘calon’ jurusan yang akan mereka tekuni nanti.  Ada yang langsung mengirimi chat di Facebook dan bertanya banyak hal mengenai jurusanku, senang rasanya mendapati email dan chat dari mereka; senang karena tulisanku  dibilang bermanfaat dan informatif meskipun isinya agak galau dan nyerempet ke cinta-cintaan, duh.


(Baca Juga : Kenapa Sastra Inggris? )

Nah, berhubung karena ada adik-adik calon mahasiswa yang masih penasaran dengan Jurusan Sastra Inggris,  berikut ini adalah beberapa hal menyenangkan dan seru yang bisa didapatkan di jurusan tersebut. Eh, tulisan ini bukan murni pemikiranku, sih, sebab ada beberapa poin yang aku dapatkan dari  hasil interview dadakan di kampus. Ehehe~

1.  Menganalisis Karya Sastra; Challenging.

Saat ditanya, apa hal menyenangkan yang dirasakan setelah menjadi Mahasiswa Sastra Inggris, temanku yang bernama Bella menjadi orang pertama yang menjawab pertanyaanku.

“My favorite things to do In class as an English literature student is to analyze the poetry or literary work. It is really challenging to dig up the meaning, theme, and some aspects of a literary work. We know that every student would have different interpretations, but that is what make it more fun because we will discuss it together in class. Hehe” – Bella Shafira, 20 Tahun, belum menikah.

Menurut Bella, menganalisis karya sastra adalah kegiatan yang paling disukainya saat berada di kelas, sebab setiap kali menganalisis sebuah puisi, cerpen ataupun novel, pasti selalu melahirkan banyak pendapat dan pandangan berbeda yang akan didiskusikan bersama dan tentunya dapat menambah pengetahuan mengenai karya sastra itu sendiri. I couldn’t agree more, intinya selain makan, menganalisis karya sastra adalah kegiatan yang mengenyangkan. Benar kan Bel?~

2.  Speaking English is Cool!

Alasan paling klise dari seorang yang memilih masuk jurusan Sastra Inggris adalah karena ia menyukai Bahasa Inggris. Beberapa orang juga beranggapan bahwa  berbicara Bahasa Inggris akan membuat tingkat ke-keren-an mereka menjadi bertambah, seperti kata salah seorang teman bernama Andika :

“Things that I love of being an English Literature student is…. I am cool. I mean,  Speaking english in front of many people, specially to those who can’t speak english properly is my favorite thing to do, because… you know what? I AM COOL.” – Dwi Andika, belum 20 tahun, Jomblo.

Bagi Andika yang sempat beberapa kali menjuarai lomba debat Bahasa Inggris antar fakultas, hal yang disukainya saat menjadi Mahasiswa Sastra Inggris adalah kekebasannya dalam berbicara Bahasa nggris di depan orang-orang terutama di depan orang yang tidak bisa berbahasa inggris (dengan baik). Hmm, tolong doakan semoga rasa percaya diri seorang Andika tetap awet di manapun ia berada dan sampai ia tua nanti, ya kawan-kawanque~

3.  Belajar Linguistik itu Menyenangkan

Poin ketiga ini merupakan pendapat dari Nureni Kakanegi yang mengatakan bahwa ia sangat senang mempelajari bahasa secara mendalam. Kalau di semester awal kami belajar ‘Introduction to Linguistic’,  di semester enam ini, kami tidak lagi mempelajari mata kuliah yang ada kata ‘introduction’-nya, tetapi sudah ke cabang-cabang Lingustik seperti Phonology, Morphology, Syntax, Semantic dan Pragmatic.  

Kalau kata Neni “I love being an English Literature Student because we learn Linguistic. We don’t speak only but we know why we speak it. We know how the language is being acquired yet know when you speak ungrammatically correct.  We watch your words.”

Mempelajari Linguistik awalnya cukup membosankan namun lama-kelamaan  menyenangkan, lho. Kami bisa tahu bagaimana suara dari suatu kata dapat terbentuk, bagaimana sebuah kata terbentuk, bagaimana sebuah kalimat yang sempurna dapat terbentuk dan lain sebagainya. Hasilnya? Linguistik telah berhasil mengubah sebagian Mahasiswa Sastra Inggris menjadi grammar-nazi, padahal bukan native-speaker. Heu~

 4.  I love the ‘Movie-time’

“What do you like of being an English Literature Student?”
“Watching movies…” – Dwi Budidarma, 21 tahun, jomblo.

Itulah kalimat pertama yang kudengar saat bertanya pada Kadwee tentang hal favorite yang disukainya di Jurusan Sastra Inggris, walaupun jawabannya pendek tapi aku setuju sih.

Saat sebuah novel atau drama terlalu panjang untuk dibaca tetapi deadlinenya pendek alias mepet, menonton film adalah alternatif yang sering diambil untuk menyelesaikan tugas analisis, beberapa Dosen juga sering menyarankan untuk menonton film di kelas lalu dikaji dan didiskusikan bersama kok.  Selain perihal deadline dan tebalnya sebuah novel, banyak pula Mahasiswa Sasing yang malas membaca, beberapa diantaranya justru lebih suka menonton ketimbang baca buku, alasannya karena lebih suka melihat langsung bagaimana sebuah cerita dalam novel divisualisasikan ke dalam gambar. Hmm, padahal kuseringkali kurang puas bahkan kecewa dengan film yang diadaptasi dari novel. Tapi gapapalah, aku tetep suka nonton film kok, seruuu. Muehehe~

5.  Learning about the Culture is Interesting.

“Studying English Literature makes me know about the culture of some countries. I also love to figure out about the social issue and life in a country through literary works. In addition, we learn about the culture in Cross-Cultural Understanding class. So, it helps us to be an adaptable person. HE HE” – Sunarti Hamaya, 20 Tahun, belum menikah.

Seperti kata Narty, kuliah di Jurusan Sastra Inggris,tidak hanya mempelajari tentang sastra dan Bahasa Inggris saja, tetapi juga mempelajari tentang budayanya. Saat menganalisis karya sastra, kami seringkali mendapati keadaan dan permasalahan sosial di suatu masyarakat, dari situlah pengetahuan dan sudut pandang kami mengenai budaya makin bertambah. Iya gak sih?

“Learning about the culture makes me realize that diversity is precious.” –Widiawati Pekade, 20 tahun, ntar lagi mau Nikah. Bantu doain ya~

Selain itu, di semester enam ini, kami juga belajar  Cross Cultural Undersanding, yaitu studi yang mempelajari tentang pehamaman lintas budaya, di mata kuliah ini,  kami belajar mengenal dan memahami tentang perbedaan bahasa, budaya, serta kebiasaan di negara asing maupun Indonesia. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kebiasaan orang-orang di suatu tempat. Jadi, kalau punya pasangan mahasiswa/i sastra inggris, kamu jangan khawatir ya, kami akan gampang beradaptasi dengan keluargamu kok, sebab kami telah dibekali dengan pemahaman mengenai lintas budaya. Kami juga termasuk orang-orang pengertian, karya sastra dan budaya suatu  tempat saja kami pahami, apalagi  memahami kamu [dan keluargamu itu]. Lalala~

****
Nah, itu dia hal-hal menyenangkan dan seru yang disampaikan oleh beberapa mahasiswa sastra inggris. Bagaimana dikadik, masih penasaran? Tenang, di lain waktu aku akan tetap memposting tentag sastra inggris kok, semoga postingan selanjutnya bukan dari hasil interview dadakan seperti di atas. Kalian jangan bosan-bosan berkunjung ke blogku ya. Hohoh.       Buat teman-teman yang lain, apa ada tambahan atau kritik dan saran?

14 komentar:

  1. Poin nomor dua seringkali jadi perdebatan di jurusanku. Kami dari sastra Indonesia setuju bahwa bahasa asing itu sangat perlu, tapi tidak tampak keren dengan menggunakannya tidak di tempat yang tepat. Kalau saat debat bahasa Inggris, ya jelas perlu sih hahaha. Keseimbangan aja sih, kita mesti tetap bangga dengan bahasa sendiri. Kalau tau lebih dalam, bahasa kita keren banget. :3

    Lalu poin nomor empat, yang selalu ditanamkan di kampusku: anak sastra wajib rajin baca, bedanya anak sastra dengan pendidikan itu kekuatan teori, kalau gak baca kalian gak punya senjata.

    Selebihnya setuju, aku perlu bikin versi sastra Indonesia-nya gak, nih? Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, aku juga setuju. Keren atau engga kerennya tergantung kapan dan di mana bahasa tersebut digunakan ya, hehe. Setuju! Tetep cinta bahasa Indonesia^^

      Iya, makannya itu:(

      Bikin aja, Tiw. :D

      Hapus
  2. Memilih jurusan sesuai dengan pilihan hati, bukan ikut-ikutan trend, lebih bagus lagi sesuai dengan hoby wah kayaknya ini cukup membantu
    terima kasih selamat pagi

    BalasHapus
  3. Wah saya seumur umur jarang dekat dengan anak sastra inggris entah kenaa ya, jadinya kurang tau juga apa yang sering dibahas oleh anak anak sastra inggri..
    paling sering sih kalau dengan anak sastra inggis cuman main game PES 2013 aja,, heheeheheee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah. Sekarang udah tahu berarti? heheh

      Berarti pernah deket sama anak sasing dong, walaupun cuma sebatas teman main PES wkkwk

      Hapus
    2. Apalagi lihat kata2 ini..
      Phonology, Morphology, Syntax, Semantic dan Pragmatic.
      aduh pusing saya, sakit kepala pengen es buah klw sakit kepala begini..

      Hapus
  4. Waaahhh...
    Anak sastra inggris ternyata,,, boleh donk sharing ilmunya...

    Salam Kenal Dari Saya Blogger Pulau Seribu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaha. Iya, hayukkk saling sharing ilmu ^^

      Salam kenal juga \:D/

      Hapus
  5. jurusan ini jadi cita-cita aku dulu nih.. sayang nasib berkata lain. hehe
    tapi emang bener sih, dulu aku pikir kalau ngomong bahasa inggris itu keren. dulu aku pengen masuk jurusan sastra inggris karena aku pengen banget kerja di luar negri atau jadi diplomat. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe begitulah, kita berencana tapi Tuhan yang menentukan. Uhuk:3
      Banyak yang setuju kalo ngomong bahasa inggris keren, hmm. Ternyata Andika ada benernya juga wkwkw

      Aku juga pengen bisa kerja di luar negri atau gak jalan-jalan ke luar neger. Omegad *.*

      Hapus
  6. Iya nov aku jg suka blajar bhasa
    Tp aku lebih suka satu alesan 'I am cool' hahhaah

    Btw matematika jg gt, nggak itung2an lagi tp bikin novel deh pake teorema

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jugaa suka belajar bahasa. Horay \:D/
      Hahah, alesannya si Andika ya.

      Hahah, gimana tuh? ._.'

      Hapus
  7. Menaganalisis karya sastra itu yang aku suka, karena buku-buku novel yang keren-keren itu masih menggunakan bahasa ingris.

    BalasHapus