Cinta? Aku memilih diam


Aku pernah diam-diam mencintaimu, entah bagaimana awal mulanya, rasa itu muncul begitu saja. Ingin sekali aku bertanya padamu tentang mantra sihir apa yang kau gunakan hingga aku jadi seperti ini? namun sekali lagi, aku memilih diam dan bertanya dalam sunyi tanpa suara.

Sejak saat itu kamu selalu menjadi bagian terpenting yang memenuhi sudut-sudut terpencil di kepalaku, memenuhi relung-relung hatiku, dan menjadi tamu dalam mimpiku di setiap malamnya. 

Semua terjadi begitu cepat, tanpa teori dan banyak basa-basi. aku melihatmu, mengenalmu, lalu mencintaimu. Sesederhana itulah kamu mulai menguasai hari-hariku. Kamu menjadi penyebab rasa semangatku. kamu menjelma jadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata. 

Aku melakukan semuanya diam-diam. Begitu rapi. Hingga hal yang kulakukan untukmu tak membuat siapapun curiga. Semua kusembunyikan. Hingga kamu yang tidak peka tetap saja tak acuh pada gerak-gerikku yang jarang tertangkap sorot matamu. Aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi.

Seandainya saja kamu tahu bahwa cintaku padamu begitu sederhana, apakah kau akan menerimanya? Aku hanya bisa mencintaimu dalam diam. Cintaku tak perlu ada suara untuk mengungkapkan, tak perlu ada kata untuk dilafadzkan, biarlah ia terus membara dan bergelora  dalam diam.

Ketahuilah, dulu aku pernah bercerita kepada Tuhan tentangmu melalui monolog yang ku sebut doa, dulu aku rajin menyebut namamu dalam doaku, aku bahkan pernah menyampaikan sejuta harapku bersamamu kepada-Nya, namun entah Tuhan setuju atau tidak, aku hanya bisa pasrah dan sekali lagi, aku memilih diam.


26 komentar:

  1. Balasan
    1. Iya, mbak. Nyesek banget, tapi saya seterong kok (?) :33

      Hapus
  2. tunjukan dooong, dr pada didiemin nanti hilang lho kesempatannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah. Udah lama nunjukinnya, tapi dia ga peduli. ekekek
      Masa lalu itu mah hueheue :v

      Hapus
  3. Cinta yang sederhana, Keren kata-katanya. Cinta yang simple, tapi sebenarnya sakit banget sih. Kayaknya lebih sakit daripada cinta yang mewah, cinta yang diumbar-umbar maksudnya. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesederhana orangnya (?) Huehuheu makasih :'))
      Sakitnya tuh pas tau si doi lagi naksir cewe lain dan itu bukan ....... *curcol lagi* ahella :v
      Makasih udah baca wkwk :v

      Hapus
  4. Mencintai dalam diam itu yah ada senang ada juga susahnya
    kalau ada kesempatan segerakanlah mengatakannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ada untung ada rugi hahah :3
      Sudah, tapi dia biasa aja, yasudahlah.
      Aku bisa apa selain mundur dan melupakan wkwk

      Hapus
  5. jatuh cinta diam-diam memang menyakitkan, dan kadang memuakkan. karena ketika jatuh cinta diam-diam, kita hanya bisa jatuh cinta sendirian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan pada akhirnya orang yang cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang mereka inginkan karena terkadang di inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya di butuhkan. Dan sebenarnya, yang mereka butuhkan hanyalah merelakan. :'3

      Hapus
  6. Duuhh, gue banget mbak :'v Pernah ngalamin, sama sohib sendiri, nyesyek :'v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, iya nyesek banget yak. Pengen ngungkapin tapi rada takut akhirnya kita lebih milih diem. Takutnya ntar kalo doi tau, si doi nya malah menjauh (?) Jeng jenggg :'v

      Hapus
  7. Balasan
    1. Ah ada pengaggum rahasia :v
      Aku juga mengagumi tulisan-tulisan kamu dek, semangat menulis:)))

      Hapus
  8. Sering juga nih begini. Mencintai seorang sahabat. Harus terpaksa memendamnya karena takut persahabatan itu rusak karena timbul rasa sayang yang lain, ingin memiliki dan lebih dari sahabat.

    Dan yang lebih sering terjadi pada orang-orang... mencintai pacar orang. Harus diem-diem, kan? :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kadang terpaksa harus memendam perasaan karna takutnya si doi bakal menjauh setelah tau yang sebenernya :"

      Hahah iya, mencintai pacar orang diem-diem, sambil berdoa biar mereka cepet putus :v

      Hapus
  9. Haahh..sakiittt pasti..

    Tapi kalau dianya ngga ada respon move on aja mbak Novi, masih banyak yang lain, jangan menunggu yang ngga mau ditunggu ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak heheh.
      Insha'Allah bisa move on, sepenuhnya hahaha :v

      Hapus
  10. Novi tau cinta..?? O.o

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adit, ngana pe pertanyaan kampret juga ih--"
      Tau lah, emang situ doang yang tau? Hahahah:v

      Hapus
  11. cinta memang terkadang sepihak..
    tetapi meski sepihak kita tetap memperjuanhkannya..
    itu yang membuat kita nampak seperti di bodohi cinta itu sendiri...kita tidak pernah menyadari ada yang sedang menunggu kita ..kita sama sama berlari..'aku berlari mengejarmu..dan kamu berlari menjauhiku'..meski kita sadar ada pepatah demikian ..kita tetap memperjuanhkan..heheheh...itulah rasanya cinta..gimana sakitnya memperjuangkan


    ^^edisi curhat kak😆😆😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah setuju.Semangat ya perjuangin cintanya:))

      Gapapa kok kalo curhat. Aku syuka 😍

      Hapus