Why You Don't Show Up ?

Astaga ! Aku baru sadar ternyata hari ini adalah minggu terakhir di bulan Desember dan ini sudah hampir dua minggu aku tidak menulis apapun, aih what the huh(?). Ada banyak hal yang terjadi selama dua minggu belakangan ini, dan aku ingin menceritakan semuanya di blogku. Blog merupakan rumah kedua sekaligus wadah untuk menampung segala rasa dan asa melalui bahasa agar tidak binasa ditelan masa, haseek. *Krik krik*

Aku bingung harus memulai ceritanya dari mana, kiri atau kanan ya? Aha, kita mulai dari kejadian dikelas pada saat mata kuliah Introduction to Literature dua minggu lalu saja ya! Jadi, tepatnya pada hari Senin 7 Desember 2015, Mr.Fahmi yang merupakan dosen dari mata kuliah Introduction to Literature mempersilahkan mahasiswa untuk mempresentasikan (tugas) hasil analisis karya sastra yang telah diberikan dua minggu sebelumnya. Tiap kelompok mendapat tugas untuk menganalisis karya sastra yang berbeda, ada yang mendapat puisi, cerpen, dan drama. Kelompokku mendapat drama klasik berjudul The Sandbox karya Edward Albee. Hemm, Bagiku menganalisis karya sastra seperti ini tidaklah mudah karena semuanya harus menggunakan bahasa inggris! Yaiyalah, masa mahasiswa sastra inggris membaca sastra jepang dalam huruf kanji ?! eh bisa jadi sih. Huhuaha

Seperti biasa dalam suatu kelompok tentu ada anggota yang tidak aktif, kurang aktif dan hiperaktif, aku termasuk dalam kategori 'hiperaktif', karena you knowlah huehuehue.(?)  Sebenarnya tugas ini aku kerjakan dua hari sebelum dikumpul, sebab motivasi dalam membuat tugas biasanya akan muncul dan bertambah dua kali lipat ketika deadline sudah di depan mata. Yeay. 

Pada saat di kelas, ada beberapa kelompok yang sudah mempresentasikan tugas analisis mereka dan hasilnya pun menuai banyak kritik dari sang dosen,hal ini  membuat kelompok lainnya ragu untuk maju kedepan kelas. 


"Kelompok mana yang sudah siap?" Mr.Fahmi bertanya ke semua mahasiswanya
"Sa saya, pak" Aku menjawab dengan ekspresi wajah yang  kurang meyakinkan, eakekek.
"Bagus, kalian presentasi tentang apa?" Si dosen bertanya lagi 
"Drama The sandbox karya edward albee, pak. He he" Tertawa garing 
"Silahkan" Mr.Fahmi mempersilahkan kelompokku untuk presentasi.

Presentasi di mulai, akupun membaca setiap kalimat yang tercetak dalam makalah buatanku.

*****
Drama The sandbox ini becerita tentang perlakuan dua pasangan suami istri (mommy & daddy), yang mengharapkan kematian ibu mereka (grandma). Drama ini mengambil setting tempat di pantai yang tata panggungnya hanya meliputi kotak pasir, ember, sekop, tiga kursi yang ditempati oleh mommy dan daddy, dan satunya lagi di tempati oleh pemusik yang tidak pernah berbicara dan hanya mengangguk ketika disuruh bermain atau berhenti memainkan alat musiknya, tujuan dari pemusik ini adalah sebagai pengiring kematian Grandma, kemudian tokoh lain dalam drama adalah The Young Man yang berperan sebagai Malaikat Kematian(Yang mau baca hasil analisis dramaku, bisa baca disini ). Hohoh.

*****
Setelah membaca hasil analisisku, suasana kelas berubah menjadi hening, membuatku sedikit merinding. Aku melihat Mr.Fahmi menatapku dengan tatapan tajam setajam silet sambil sesekali membaca ulang makalah yang aku berikan padanya sebelum presentasi.

"Kamu lulusan SMA mana?" Aku tidak mendengar pertanyaan dari Mr.Fahmi dan hanya menyengir kuda sambil menggaruk kepala yang tidak gatal, si dosen pun bertanya lagi untuk kedua kali dengan pertanyaan yang sama.

"Eh saya dari SMK 1 Ternate, Pak. Jurusan Usaha Perjalanan Wisata" jawabku singkat, padat, jelas (padahal dosennya tidak bertanya tentang jurusanku sewaktu SMA dulu tapi aku malah...ah sudahlah).  * Kemudian Hening*

Mr.Fahmi berdiri dari tempat duduknya kemudian maju kedepan dan menulis beberapa kata dalam bahasa inggris di papan tulis (mungkin itu kata yang salah kuucapkan saat sedang presentasi, huhu).

"Did you do this yourself?" Si dosen bertanya lagi. Ah ya Tuhan ini pertanyaannya mengandung unsur ketidakpercayaan yang sangat besar. wkwk.

"Yes, I did"  Jawabku dengan sedikit rasa takut. Kalau boleh jujur sebenarnya aku tidak mengerjakan tugas itu sendiri, ada om google yang membantu dan menemaniku, malam itu. 

"Did you found this on Internet?"  Mr.Fahmi bertanya lagi dengan nada curiga dan tatapan yang mengintimidasi. Huah kalau bisa menghilang saat itu juga, maka aku akan menghilang dalam satu kali helaan napas, serius!

"Tidak pak, saya hanya mencari ref... oish" Belum selesai aku menjelaskan semuanya, si dosen malah menginstrupsiku untuk menggunakan bahasa inggris (lagi). "Please using english". 

"Okay, Em.. Actually I found this on Internet but not all because I was just looking for the references, sir. Firstly I tried to find out about the theme of this drama in some sites and it tell that it is about absurdism, so then I looked for the meaning of absurdism itself on wikipedia and connect every symbols or elements  of drama with the theme, sir. " (Terjemahan : Sebenarnya saya mencari ini di internet, tapi hanya mencari referensinya saja, pak. Pertama-tama saya mencoba mencari tahu tentang tema dari drama ini di beberapa situs, dan situs-situs tersebut mengatakan bahwa tema dramanya adalah tentang absurdisme, kemudian saya mencari tahu arti dari absurdisme itu sendiri di wikipedia dan menghubungkan setiap elemen ataupun simbol dalam drama dengan tema, pak)

Aku menjelaskan semuanya dengan grammar yang berantakan dan nada bicara yang kecepatannya yang tidak terkontrol, bodo amat. Hahahah.

*Hening lagi*

Selanjutnya aku lupa apa yang dikatakan Mr.Fahmi, tapi intinya dia memberitahukan kepada semua mahasiswa bahwa untuk menganalis dan mencari tahu makna yang terkandung dalam sebuah  karya sastra maka kita perlu mencari referensi dari berbagai sumber (?) karena hal ini pun dilakukan oleh para sastrawan, peneliti, dan lain sebagainyanya.  Beliau juga mengatakan bahwa apa yang aku kerjakan tidaklah salah, jadi aku tidak perlu membuat analisis yang baru lagi, tsaaahhh *terbang* 

Tapi kemudian ada satu pertanyaan dari Mr.Fahmi yang membuatku kikuk kebingungan "WHY YOU DON'T SHOW UP?" aku menyengir memandang wajah semua orang di kelas satu persatu sambil berpikir mencari tahu arti dari pertanyaan itu, aku jadi salah tingkah, aih malu. Mueheheheu.

"Why you don't show up? Kenapa kamu tidak pernah memperlihatkan diri? kemarin kenapa tidak ikut lomba debat?" Pertanyaannya pun semakin panjang, akhirnya aku mengerti arti dari show up hahahah, Thank you misterrr :'v

"Sa saya takut, pak" Ucapku dengan suara pelan yang tidak dapat di dengar oleh siapapun

"Apa?" Eh dosennya nanya lagi, rempong dah.

"Ehm saya tidak percaya diri kalau di depan orang banyak, pak. He he" Aku menjawab dengan suara lantang dan di akhiri dengan cengiran yang terdengar garing. *krik krik* 

Para mahluk ghoib didepanku pun mulai berteriak histeris dan mengucap sumpah serapah "Mampus lu, mampus" Aih siapa lagi kalau bukan windi dan si andikampret? orang yang suka bikin rusuh dan cari gara-gara denganku di kelas, tapi juga merupakan teman terdekatku. Huehueheue

"Tapi tadi kamu terlihat sangat percaya diri" Mr.Fahmi mengerutkan keningnya, memandangku dengan ekspresi wajah keheranan, dan berjalan menuju tempat duduknya. Aku hanya diam dan berpura-pura membaca makalah padahal posisi makalahnya terbalik, teman satu kelompok yang berada disamping tertawa kecil, mungkin dalam batinnya "Eh situ ajaib ya bisa baca walaupun tulisannya kebalik" Bodo amat. wkwk -_-'

 "Tahun depan, kamu ikut debat ya, Novi" Ah ini terdengar seperti kalimat perintah. "i iyaa pak" jawabku pelan, sambil mengangguk, menggaruk kepala, melingkar-lingkarkan kaki, menoleh kanan dan kiri selama beberapa menit, kemudian melipat-lipat kertas makalah yang tidak bersalah. 

AIH  BIKIN MALU, NYESEL ! Kenapa aku bisa seperti itu? Masya'Allah, kalau waktu bisa di ulang kembali, aku janji akan duduk dengan posisi yang anggun dan senyum yang manis, bukannya menggaruk kepala, dan memperlihatkan atraksi melingkar kaki dan beberapa gerakan yang memalukan itu, huah--"

Oke balik lagi ke main topic-nya: Perihal pertanyaan Mr.Fahmi tentang mengapa aku  tidak pernah mengikuti lomba terutama lomba debat, alasannya adalah karena aku tipe orang yang kurang suka berada didepan publik dan tidak suka diperhatikan oleh banyak orang hahahahahaha aku lebih suka berada di belakang panggung. heheu :3

Ah tapi lain kali aku akan 'mencob'a untuk show up. Semoga bisa dan semoga aku tidak lagi merasa canggung dan kehabisan kata-kata saat sedang berada di atas podium. Ehm, wish me luck ! Ahay

*****
Kejadian yang terjadi selama dua minggu lalu belum sepenuhnya aku ceritakan di postingan ini, nanti akan di lanjutkan pada postingan berikutnya. Hohoh, Sekian dan terima kasih.

Happy New yearrr xoxo

17 komentar:

  1. Jiaaahh.. ternyata pecinta kucing bisa juga malu-malu kucing didepan dosen (?)..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih itu bukan malu-malu kucing, ka -.-
      Itu cuma kurang pede aja hahahaha:3

      Hapus
  2. wew ngapain dibelakang panggung, peganing kabel,... ayo semangat didepan panggung... hajar semua musuh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gapapa sih kalo pegangin kabel, selama itu bermanfaat ya gapapa ekekek
      Iyaahahah semangat hajar musuh. Makasih :'v

      Hapus
  3. Noviyana Isyanaaaa kereeeeeen! Aku jadi ngebayanginnya, kamu kayak lagi di panggung Broadway. Main opera. Tapi bukan opera sabun kok. Kereeeeeeen! :*

    Kamu introvert ya, Nov? Hmm. Biasanya memang orang introvert punya bakat yang mendalam, sedalam ia menyembunyikan gejolak perasaannya. Tapi bener kata Mr. Fahmi, tunjukin bakat kamu selagi ada waktu, kesempatan, dan dukungan. Keren tuh didorong buat ikut lomba debat. Akhir tahun yang keren ya :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha aku cuma presentasi biasa-biasa aja di depan kelas bukan main theater '_'
      Eh iya, tapi keren juga kalo ada di panggung Broadway main opera, hihie.
      Iya kayaknya emang Introvert sih hahah. Oh gitu ya, menyembunyikan gejolak perasaan sih bener tapi bakat yang mendalam itu engga tau juga ya hueheue :3
      Iya, lagi berusaha, cha.Aaamiin.

      Thank youuu :"))

      Hapus
  4. Wah, jurusan sastra Inggris ya?? Kyaknya seru yaa, asikk. Aku jg pgn msk jurusan ituuu.. Masih galau jurusan nihh.. Huhuu..
    Mau baca analisis kamunya kok susah ya? Ribet bgt msti dftar akun gtu._. Pdhal aku kepo sm crta dramanya. Haha.

    Kita sama nih, demennya di balik layar doang ya, gak mau show up. Alasannya satu: Gak percaya diri :'D Aku dri SMA gak prnah pnya keinginan buat ikutan debat gtu, debat bhs Indo aja aku udh gelagapan kali, lah ini lagi bahasa inggris! :')
    Buat nambah pngalaman ya kamu coba aja ikutan, lumayan kan ikut2an lomba gtu, iseng2 aja, gak ush ngarep menang. Kalo menang ya bonus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, mba :D Hahah di pikirin & renungin dulu, kira-kira jurusan mana yang emang bener-bener cocok buat kamu biar nanti engga setengah-setengah kuliahnya xD
      Ohya? yaudah nanti aku kirimin lewat email aja kalo mau, email kamu apa? :3

      Waaaah sama yaaa *Highfive :'"
      Aku juga dari SMA ikut lomba nya ga terlalu sering, di liat dulu lombanya kek gimana, kalo lombanya tampil di depan umum, aku ga ikut x_x
      Iya, nanti mau coba ikut-ikutan, hahahah yep yang penting pengalamannya yak, bukan hadiahnya xD

      Salam kenal juga, lulu :D

      Hapus
  5. Itu gurunya sedang memuji kan mbak Shiali? Selamat ya pasti dapat nilai bagus nie..

    * selagi muda jangan malu melakukan hal yang positif ya mbak,..sukses deh... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya berharapnya itu beneran pujian, mba. Heheh Aamiin :'))

      Iya, mbak, heheh. Makasih :D

      Hapus
  6. Halo semuanya salam kenal. Aku teman kelasnya novi. Presentasi analisis novi kemaren keren banget loh. Ayo dukung terus novi dengan cara ketik lalala dan kirim ke nanana *berusaha ngelucu*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahahaha Ka Dwi, Subhanallah. Tumben ngomment disini :'v
      Aye, Thank you fans. Mueheheu jk xD

      Hapus
  7. Bahasa Inggris gue pun nggak bisa selancar itu kalaupun grammar salah. Bahaha.

    Ternyata mirip-mirip gue, ya. Lebih suka di belakang panggung. Makanya gue suka nulis aja. Kalo untuk tampil di muka umum, agak gimana gitu. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha belajar yok biar lancar. wkwkw

      Wah sama jangan jangan.... eh berarti kamu mahluk introvert juga yak? *Toss \:D/

      Hapus
  8. wkwkwkwkwk iya sih kadang kita suka di belakang panggung, tapi kalau kita mau ide-ide kita tersalurkan seluruhnya, kita memang harus jadi extrovert dikit wkwkwkwk ._.
    #curhatseorangintrovert
    #abisbacabukuciccarellidansantrock (?)

    btw, aku jurusan Psikologi sih, bukan sastra :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap bener, kalaupun gak bisa jadi extrovert sepenuhnya, setidaknya bisa sedikit terbuka dan memaksakan diri untuk menjadi ambivert yang fleksibel, walaupun gak gampang sih. Hahah

      Wah itu buku apa? psikologi yak? :3

      Eh ya ampun, kirain kamu Sastra. Hahah^^

      Hapus