Nyaman Bertransaksi di Era Digital

Nyaman Bertransaksi di Era Digital

Zaman kian hari kian canggih, orang-orang kini mungkin tak hanya menginginkan rasa nyaman dalam sebuah hubungan namun juga dalam hal-hal personal lain yang berkaitan dengan transaksi dan keuangan. Perkembangan teknologi yang semakin pesat seperti saat ini tentu menjadi solusi dan jawaban atas rasa nyaman tersebut, berbagai macam inovasi pun terus dilahirkan, salah satunya dapat dilihat dalam sektor ekonomi atau yang kini disebut Ekonomi Digital.

Keberadaan ekonomi digital ini menghadirkan banyak inovasi-inovasi baru, terutama dalam hal bertransaksi, mulai dari munculnya teknologi Pembayaran non-tunai, E-payment, E-banking, M-Banking, E-wallet, E-commerce, dsb. Inovasi-inovasit tersebut membuat segalanya menjadi lebih muda dan praktis sebab arang-orang tak perlu lagi jauh-jauh ke bank untuk melakukan pembayaran, tidak perlu lagi ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja produk-produk kesayangan karena semuanya dapat dilakukan melalui internet atau sistem pembayaran elektronik. 

Hanya saja, seperti halnya hubungan persahabatan atau pun percintaan, nyaman saja tidak cukup, kamu masih perlu memiliki rasa aman atas semuanya, aman dari prasangka-prasangka yang belum tentu benar, aman dari orang ketika, dll. Ini kok maksa banget ya? Ehe, intinya mah rasa nyaman dan aman itu tidak hanya dibutuhkan dalam sebuah hubungan, namun juga dalam aktivitas bertranskasi di era digital. Kalau begitu, kira-kira bagaimana sih cara agar aman bertransaksi elektronik? Sebelum membahas perihal itu, mungkin ada baiknya kita mengetahui tentang jenis-jenis transaksi online di era digital terlebih dahulu biar afdol~
Nyaman Bertransaksi di Era Digital

1. Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK)
Jenis transaksi dengan APMK ini merupakan jenis pembayaran yang menggunakan kartu seperti kartu kredit, kartu debet, kartu ATM, dan kartu-kartu lainnya yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran sistem non-tunai atau non-cash. 

2. E-Money atau Uang Elektronik
E-money atau Uang Elektronik merupakan sistem pembayaran dalam bentuk elektronik yang digunakan melalui jaringan internet. Jenis-jenis E-money ini terbagi menjadi dua, yaitu berdasarkan media penyimpanan dan berdasarkan pencatatan data identitas. Untuk bagian media penyimpanan biasanya berbasis chip yang dapat dilakukan secara offline dan berbasis server yang dilakukan secara online. Contoh E-money yang sering digunakan di Indonesia saat ini yaitu seperti Go-Pay, Ovo, Tcash dan semacamnya.

Nyaman Bertransaksi di Era Digital

1. Menggunakan PIN yang Tidak Mudah Ditebak
Buat kamu yang sering bertransaksi menggunakan APMK, khususnya kartu ATM, Debit, dll. Usahakan untuk tidak menggunakan PIN yang mudah ditebak, ada baiknya untuk rajin mengganti pin secara berkala agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya seperti duplikasi kartu ATM yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab, atau saat kamu kehilangan kartu dan rupanya orang yang menemukan kartu tersebut bisa menebak-nebak pin-mu itu, bahaya juga kan? Toh, perasaan gebetan saja sering ditebak begini-begitu apalagi pin ATM. Hmm

2. Menyimpan Kartu Debet dan Sejenisnya di Tempat Aman
Yang kedua, wajib hukumnya untuk menjaga kerahasiaan PIN atau Nomor kartu debetmu, rahasiakan itu seperti halnya kamu merahasiakan perasaanmu ke si doi. Simpan juga kartu-kartu tersebut di tempat yang aman agar terhindar dari yang namanya kehilangan atau hal-hal lain yang tidak diharapkan sebab kehilangan itu menyakitkan.

Nyaman Bertransaksi di Era Digital

3. Berbelanja di Toko Terpercaya
Buat yang suka berbelanja online di Online shop atau di E-commerce, ada baiknya untuk memilah dan memilih toko yang menurutmu dapat dipercaya, toko terpercaya tersebut biasanya memiliki reputasi yang baik, hal ini dilakukan agar kita dapat terhindar dari penipuan dan semacamnya.

4Menjaga Kerahasiaan PIN/Nomor Kartu Debet
Tidak memberitahukan hal-hal yang bersifat rahasia yang berhubungan dengan transaksi online seperti nomor rekening, token, dll kepada orang yang baru ditemui atau dikenal lewat telpon, chatting, dll. Aku ingat dulu pernah beberapa kali ditelpon oleh pihak yang mengaku dari Bank atau dari perusahan tertentu, pada saat itu ada yang memintaku untuk menyebutkan nomor token yang baru saja dikirim ke nomorku, namun telponnya langsung kumatikan . Selain itu ada juga yang secara terang-terangan memintaku untuk pergi ke ATM terdekat dan melakukan transaksi, diiming-imingi hadiah jutaan rupiah. Heran aku tuh.

5. Berhati-hati saat Mengisi Data Atau Bertransaksi  Melalui Website
Saat ini ada banyak sekali modus-modus penipuan seperti phising skimming, malware, dll. Contoh penipuan dengan modus phising itu sendiri adalah dengan  cara menyebarkan website palsu yang mirip dengan aslinya, data-data yang dimasukan ke dalam website palsu tersebut kemudian akan dicuri oleh pelaku.  Untuk menghindari ini, periksa keaslian website tersebut dengan cara mencari cari informasi sebanyak mungkin di Google, pastikan website tersebut berasal dari sumber/orang terpercaya, karna bisa saja website itu hanya dikirimi oleh para scammer iseng lewat email atau pun sosial media.  

Nah itu dia beberapa tips tentang cara aman bertransaksi di era ekonomi digital menurutku pribadi. Semoga di tengah kemajuan teknologi ini, kita bisa juga bisa meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam melakukan sesuatu, termasuk dalam hal bertransaksi . Yuhuu~

Referensi/sumber gambar :
- Pixabay

18 komentar:

  1. Aku pernah nih pake pin yang mudah ditebak. Pake tanggal, bulan, dan tahun lahirku. Eh beneran lho ada yang bisa masuk. Dia belanja voucher game online pake ATM-ku. Gak tahu gimana dia dapet nomor rekening dan nomor kartunya. Untung cuma 100rb. Jadinya aku ikhlasin aja. Baru deh, abis itu aku kapok pake pin begitu. Sekarang jadinya sering ganti dengan kombinasi yang susah. Hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga pernah ngalamin itu, Mbak. Setelah itu kedepannya kudu lebih hati-hati ya, Mbak. Hehe

      Hapus
  2. Duh gusti aku ketawa baca seperti halnya hubungan persahabatan atau pun percintaan, nyaman aja enggak cukup hahaha. Pin aku angkanya mudah ditebak, tapi dibolak-balik. Akhirnya suka puyeng sendiri, hampir ke blokir karena lupa mana yang ditaruh di awal, tengah dan akhir wkwkwk. Dan suka naruh kartu ATM sembarangan karena jarang ada isinya hehehe. Noted nih tipsnya, makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maapkan aku yang ngawur, Teh. Huhu.

      Aku pun pernah begitu hahah. Sami-sami, Teh :D

      Hapus
  3. Dan karena kecanggihan teknologi, gua pernah di tipu, padahal sebelumnya gua nggak oerperdi ripu, cuman di phpin doang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kasian, Mas. Udah jadi dobel gitu ya permasalahan hidupnya hahah

      Hapus
  4. harus berhati hati belanja di online shop, walau itu toko yang terpercaya sih. takutnya penipuan kelas kakap . walau hilang 100, besar juga untuk era sekarang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas Fajar. Semakin canggih teknologi, harus semakin cerdas dan semakin hati-hati juga penggunanya :'D

      Hapus
  5. Cara teraman belanja online, beli barang di toko terpercaya terus pilih yang COD.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju! COD emang salah satu solusi teraman dan terpercaya. Muehehe

      Hapus
  6. paling aman tuh ganti password seminggu sekali, aplagi buat yg sering transaksi di atm. ribet sih. tpi untuk menghindari scamming

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Mas. Harus rajin-rajin ganti pin dll ya. :D

      Hapus
  7. saya juga merasakan kenyamanan bertransaksi :)

    BalasHapus
  8. Aku menggunakan pin yang tidak mudah ditebak sih tapi kadang malah suka lupa huhuhu *hampir ke blokir dong

    BalasHapus