Berhenti Overthinking, Please!


Aku termasuk orang yang suka berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu, atau dalam bahasa inggris disebut Overthinker. Biasanya saat aku ingin menulis, aku akan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan jenis tulisan apa yang akan aku tulis nanti, alhasil sebelum tulisan tersebut terealisasi dan terpublikasi, aku sudah merasa lelah dan stress duluan. Untunglah kali ini aku mendapat ide untuk menulis tentang overthinking. Tulisan ini aku ketik tanpa melalui proses berpikir panjang secara mendalam, karena idenya pun muncul saat aku sudah muak dengan diri yang terlalu lama larut dalam pemikiran yang entah apa.

Setelah dipikir-pikir, berpikir itu memang penting tapi terlalu lama berpikir nyatanya merugikan diri sendiri, apalagi bila yang dipikirkan cenderung lebih ke sisi negatif. Sampai pada paragraf kedua ini, aku menyadari bahwa yang aku pikirkan sejak kemarin ternyata sia-sia karena tidak ada aksi nyata samasekali, aku yang awalnya optimis ingin konsisten menulis pun berubah menjadi pesimis karena lebih banyak memikirkan resiko, ada rasa ragu dan khawatir akan menghasilkan tulisan yang tidak layak dibaca, jelek, dan lain sebagainya, and I guess it is called Anxiety.  Padahal niatku menulis sejak awal adalah untuk berbagi cerita, pengalaman, dll. Bukan untuk menuai pujian atau semacamnya.  Bukan.

Kebiasaanku yang berpikir panjang tidak hanya berlaku dalam dunia tulis-menulis tapi juga dalam segala hal, terutama cinta. Uhuk. Sampai sekarang aku masih susah move on karena terlalu lama memikirkan semua yang sudah berlalu, padahal hal tersebut sebenarnya sudah tidak layak lagi dipikirkan, cukup dijadikan pelajaran untuk kedepannya, iyakan? Life goes on!

Adakah yang memiliki kebiasaan yang sama? Kalau ada, beberapa akibat dari overthinking di bawah ini pasti pernah kamu rasakan juga.

1. Merasa kurang Bahagia

“Overthinking kills happiness” 

Ada banyak alasan kenapa aku mengatakan seorang overthinker merupakan orang yang kurang bahagia, alasan pertama adalah karena aku sudah mengalaminya. Orang yang terlalu banyak berpikir cenderung menghabiskan waktu untuk menerka-nerka resiko dari rencana dan tindakan yang akan diperbuat sehingga tidak sempat menikmati suasana sekitar karena larut dalam hingar-bingar pemikiran sendiri, mereka sering terlihat murung dan melamun disaat orang lain sedang asik menikmati hal-hal menakjubkan. They lose touch with the reality!

Resiko-resiko itu membuat mereka sering berpikir negatif terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti, sehingga muncul perasaan cemas dan kurang bahagia dalam diri, padahal sesungguhnya perasaan bahagia hanya datang dari hal-hal positif, terkecuali positif hamil di luar nikah. Naudzubillah min dzalik.

2. Kurang Produktif

“Overthinking has power to destroy your creativity" 

Seperti yang sudah aku katakan di awal paragraf, sebelum melakukan segala sesuatu, aku selalu memikirkan resiko-resikonya, akan tetapi aku terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpikir dan lamban dalam bertindak, sehingga tak jarang aku sudah merasa lelah dan stress lebih dulu sebelum memulai aksi, alhasil produktivitas dalam berkarya pun samar-samar seperti hubungan kita, tidak jelas arahnya kemana.

Memang benar, berpikir matang-matang itu perlu, tetapi kalau terlalu dipikirkan justru akan menjadi beban dan menggangu kesehatan, mau melakukan apapun jadi susah karena sakit. So, please stop overthinking, Novie! 

3. Pesimis 

"Pessimistic is the result of overthinking"

Terlalu banyak berpikir seringkali menimbulkan rasa paranoid terhadap segala hal. Takut gagal, takut dimarahi, takut dinilai buruk, takut tidak dihargai dan semacamnya, alasan-alasan tersebut membuat seorang overthinker ragu merealisasikan apa yang sudah diangan-angankan sejak lama, mereka telah menerka-nerka kerugian seperti apa yang akan diperoleh sebelum benar-benar mencoba. 

Ini seringkali aku rasakan, tak jarang aku menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memikirkan sisi negatif dari sebuah kesempatan yang nyatanya sangat berharga apabila dilewatkan.  Harusnya aku lebih bisa menerima kenyataan, bahwa segala sesuatu di dunia memiliki resiko dan aku hanya perlu memberanikan diri untuk menghadapi itu semua. You just need to be brave!

4. Susah Tidur
"Overthinking wants you to be an owl night "

Puncak dari segala keriuhan dalam kepala selalu muncul pada malam hari, ini merupakan salah satu penyebab insomnia, terkadang  aku terbangun tengah malam dan susah untuk tidur lagi berkat isi kepala yang berkecamuk ria.

Saat malam hari, segala jenis pemikiran dan pertanyaan akan mulai meramaikan isi kepala, dari satu pertanyaan bisa berkembang biak menjadi banyak. Hal tersebut seringkali memicu perasaan galau, bimbang, resah dan lain-lain; adakalanya muncul pemikiran tentang mantan dan kenangan, penasaran dengan proses penciptaan alam, bagaimana keadaan bumi jika dilihat dari planet mars, dan akan berjodoh dengan siapa di masa depan. Entahlah. Intinya overthinking benar-benar menggangu waktu istirahatku

Biasanya kalau sudah begini, solusi yang sering aku terapkan adalah berusaha untuk mengabaikan pemikiran-pemikiran tersebut dengan fokus pada satu hal saja; membaca buku, mendengarkan musik, menulis atau bahkan yang paling manjur adalah beribadah di sepertiga malam. Insha’Allah hati dan pikiran jadi tenang, tidurpun jadi nyenyak.  Aamiin.

5. Akrab dengan Istilah LOLA

"Slow thinker will be your another nick name. Huh?!"

Sejak duduk di bangku SMP hingga menginjakkan kaki di bangku perkuliahan, istilah Lola dan Lemot tidak tidak pernah enyah dari indera pendegaranku.  Entah apa yang melatarbelakangi itu semua, yang aku tahu Lola dan Lemot adalah sebuah istilah yang digunakan untuk orang dengan daya tangkap lambat, aku tidak mengakui memiliki daya tangkap yang cepat tapi bukan berarti slow thinker juga, hiks. Membingungkan. Untuk yang satu ini, aku tidak punya solusi lain selain meyakinkan teman-temanku bahwa aku bukan Lola, tapi Novi. Ya. Ya. Ya!

“Nov, makan di kantin yuk”

“Makan di kantin?”  *Mikir*

“Nov mikirin apasih? laper nih”

“Gini ya, 2 jam lagi setelah kelas speaking kan udah mau pulang, daripada aku makan di kantin, lebih baik makan di rumah aja biar hemat. Kadang makan di kantin bikin gak kenyang, duit udah habis tapi perut masih pengen diisi, ditambah lagi penjaga kantinnya rese, mau ngutang gak dibolehin, kantin juga sering penuh, pas dateng malah gak dapet meja, masa makan dilantai? mending kita makan di rumah aku aja setelah pulang kuliah”

“Yasalam banyak banget alasannya, tadinya pengen traktir, tapi yaudah deh”

“Serius? Oke, capcus!”

“Dari tadi kek! Dasar lola, lama banget mikirnya”

“Itu bukan lola”

“Lola”

“Bukan”

“Lola”

“Bukaannnn”

“Terserah”

“………” 

***

Sebenarnya masih banyak lagi akibat overthinking yang aku alami, tapi aku rasa poin-poin di atas sudah mewakilkan semuanya dan MASYA’ALLAH, KENAPA GAK DARI KEMARIN AJA AKU NULIS TENTANG INI? Ck.  

Btw, tulisan ini aku buat sebagai self-reminder! Semoga bisa menjadi pengingat agar aku tidak lagi berlarut-larut memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan secara mendalam apalagi dalam jangka waktu lama. Berpikir matang-matang boleh-boleh saja, tapi ada saatnya juga, jangan semua hal dipikirkan sampai ke akar-akarnya, kalau sakit kepala kan bukan salah mantan tapi salah kamu, Nov! Sip~

52 comments:

  1. 5. mandek di lampu merah
    Biasanya ini terjadi pada pengendara motor
    Dia ragu dan mikir panjang pas lampu ijo udah nyala
    Dia ragu buat jalan karna takut nanti lampu merah nyala lagi
    Pada akhirnya dia mikir panjang dan keburu lampu merah nyala lagi dan begitu seterusnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu nomer 6 kali bang~

      Berarti sampe akhir hayat dia bakal setia dilampu merah karena kelamaan mikir dan ragu buat jalan kedepan. Alhamdulillah, ada pesan moralnya. Thank you, bang nik:')

      Delete
  2. Iya, move on yang kilat aja.
    Jangan kebanyakan pikiran, ganggu aktivitas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah iyasih Ka Alim, tapi aku mana bisa move on kilat xD

      Delete
  3. Emang kalau kebanyakan fikiran bikin stres dan kerjaan nggak maksimal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak mikir bikin kerjaan gak maksimal, kurang mikir juga sama kayaknya xD

      Delete
  4. Eh, ternyata lola masuk bahasan juga. Entah ya, sekarang sering banget ngerasa lola. Sebelum orang lain ngomong gue lola, gue udah sadar duluan. Kayak gak nyambung diajak ngobrol, terus jawab pertanyaan yang harusnya bisa cepet dijawab eh butuh 5 detik buat jawab. Kelamaan mikir. Kadang juga ngerasa terlalu mikir jauh, jadinya kejauhan. Jatuhnya suuzon. :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah udah sadar diri duluan, omegad. Aduh, makin bingung soal lola. Hahah. Aku juga kalo ditanya, jawabnya lama karna masih mikir dulu. Hahah, jadi mikir yang engga-engga gitu ya? sama:'3

      Delete
  5. Mulai besok aku juga mau membiasakan diri supaya ga banyak mikir.
    Aku cape jadi orang lola terus.
    tapi kalo dibanding sama teh novy kayaknya kelolaan kita ga jauh beda.

    fix kita jodoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga, bukan mulai besok, tapi mulai dari sekarang :p
      Tapi aku engga lola, itu mah cuma opini publik aja, hahaha.

      Fixed!

      Delete
  6. waah ternyata aku termasuk orang yang banyak mikir.
    yang 'merasa kurang bahagia' sama yang 'kurang produktif' kadang aku orang nya kek gitu, emang bener capek juga. harus dirubah ini pemikiranku, berpikir positif. kalo positif hamil aku mah gak Nov, kan cowo yang ada ngepositifin hamil diluar nikah, astaghfirullah jangn sampelah kek gitu Naudzubillah min dzalik.

    sama kalo soal nulis Nov, aku juga kek gitu. tapi ujungnya tek posting juga yang kadang tulisanya jelek, kalimatnya kurang enak dibaca, susah memahami maksudnya. hehey

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Capek, kadang jadi muak sama isi kepala sendiri hahah. Semoga setelah ini bisa lebih berpikir positif. Lah hahaha malah bahas positf hamil xD

      Hmm, kalo aku masih ragu-ragu untuk posting, padahal kalo di posting sebenernya gak bakal kenapa-napa sih, cuma ya gitulah :(

      Delete
  7. Mmm. Kayaknya aku jg termasuk overthinker deh, mau ngapa-ngapain pasti mikir lama banget. Terus di kepala itu kayak perang antara sisi positif dan negatifnya. Ya gak sih? Terus ntr klo kelamaan mikir malah muncul yg negatif2nya :/

    Terus kalo mau tidur itu suka kepikiran kejadian2 yg gak penting sampe bikin mikir ajaa sampe larut malam gt. Jadi susah tidur. Yg paling nyebelin ya itu.

    Terus kalo di ajak makan, beda sama kamu. Kalo aku diajak makan sama siapa aja, pasti jawabannya lebih sering yuk yuk yuk 😬

    Yuk makan sama aku? Eeaa. Paan seh neh 🤔 Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener banget. Yang kamu bilang persis seperti yang aku alami juga.

      Hahaha, padahal udah merem, maksain diri untuk tidur tapi tetap ada yang belum bisa tidur dalam kepala.

      Aku juga gitu sih, kalo di traktir. Hahahah. Yuk!

      Delete
  8. ada wkatunya kita berpikir panjang, ada waktunya kita berpikir pendek. jadi kalau kita overthinking, tinggal kita kurangi sedikit. misalnya dalam keadaan darurat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang lagi aku usahakan, harus ada batasannya ya, biar pikiran kita gak kemana-mana. Makasih mas fajar:))

      Delete
    2. sami sami, dek. dimulai dari hal kecil dulu untuk menghentikan overthinking dek :)

      Delete
  9. Jadi orang yang pemikir keren giu ya, tapi kalo udah jadi overthinker gini malah jadi susah sendiri. Aku juga sering nih, biasanya mikir jelek-jeleknya. Eh pas sudah kejadian ternyata gak seburuk yang dipikirkan, nyesel akhirnya mikir lama-lama sampai insom gitu.

    Lah dia malah curhat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah, terlalu banyak dan kelamaan mikir itu terkadang merugikan diri sendiri, akibat nya sama seperti yang aku jelaskan di atas. Bener, kalau belum coba jangan dulu mikir macam-macam, aku sering gitu soalnya, udah ragu duluan :(

      Hahaha

      Delete
  10. kenapa ya gue baru berkunjung ke sini, terus2an muter lagu di soundcloudnya.. seperti memang asik sembari baca trus dengerin deh lagunya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astagfirullah, lagu yang di soundcloud itu aku aku cuma iseng nyanyi. Waduh wkwkw

      Delete
  11. Ahaha kalo yang kurang tidur akibat banyak mikir itu gue banget. Iya, kebanyakan mikirin masa depan yang belum terjadi. Takut inilah, itulah. Pffft. Kalo soal menulis, alhamdulillah udah nggak pernah takut. Selalu inget tujuan gue menulis, cuma ingin berbagi cerita dan menumpahkan resah. Ada yang baca syukur, enggak gapapa. Kalo dibilang jelek tulisannya, ya tinggal perbaiki. Minta kritik dan saran. Ehehe.

    Dan kalo soal lemot, gue bukannya lemot pas overthinking, tapi langsung blank. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mikirin masa lalu sampe mikirin masa depan hahah. Wah mantep tuh, Yog. Insha'Allah setelah ini aku juga udah nggak takut lagi. Thank you. Heuheu

      Wah kalo ngeblank lain lagi ceritanya, aku mah ngeblank pas lagi grogi dan takut ajasih :3

      Delete
  12. Emang sih.. Kalo terlalu banyak dipikirkan bakalan gitu. Kayak jadi beban.. Tapi gak sepenuhnya bener. Kadang dipikirkan dua kali itu juga penting. Ahaha apasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aha, intinya sih harus ada batasan. Yap, penting banget, apalagi sebelum mengambil keputusan, harus mikir dua kali. Heuhaha~

      Delete
  13. Halooo Teh Nov! Aku juga termasuk orang yang overthinker, nih. Cuman alhamdulillah masih bisa kendali. Soalnya sejak awal masuk SMK diamanahin sama temen-temen jadi ketua kelas, jadi harus bisa ambil keputusan dengan cepat tapi matang. Hehehe
    Itu happiness, s-nya kurang satu lagi, Teh.
    Ovethinker orang yang susah tidur? Nggak juga ah. Aku mau ada pikiran atau nggak ya tidur mah nggak sampai begadang dan nggak malem-malem hahaha
    Dari tiap poin, aku paling setuju sama pesimis. Overthinker itu tanda orang kurang pede. Tapi sedih sih kalo ternyata bisa dibilang lola :')
    Tapi menurut aku nggak selalu overthinker itu negatif. Asalkan hal yang dipikirkan itu hal yang ada direalisasinya masih lama kayak misal kelas 3 SMK maunya milih kerja atau kuliah dulu... Idk sih gimana menurut teteh tapi ada saatnya kita jadi overthink dan simple. :)
    Inipun jadi reminded for myself. Thanks!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo, Riska! Wah pemimpin emang harus gitu, ambil keputusan dengan cepat dan tepat. Eh iya hahah, lupa satu huruf, makasih yaa, heheu. Berarti kamu beruntung, kebanyakan penyebab insomnia itu karena overthinking, Ris. :(

      Oh, kalo yang itu emang harus dipertimbangkan secara matang supaya nanti gak salah ngambil keputusan untuk kedepannya(?) Hahah

      Delete
  14. Aaakkkk, trnyata si novi ini orng yg overthinking jga ya? Kita bedaan nov, hahah.

    G ada salahnya sih dpikir panjang dlu sbelum mlakukan atau mrespon sesuatu, selagi sesuatu itu msih layak untuk dipikirkan. Kcuali mntan yg mmng sdah tak layak beredar didlam pikiran. Salahin aja trus. :")

    Slama msih dlam btas yg wajar sih g msalah nov, toh brpikir adalah anugrah dri yg diatas. Tpi klo kelamaan jga ga baik, apalagi klo ditanya "kamu mau jdi pacar aku nggak?" Kira kmu pkir brapa abad nov?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaakkk. Iya, ternyata kita bedaan. Yeay!

      Hahah memang gak ada salahnya sih, yang penting dikasih limit biar engga mikir ke sisi negatif, eheheu. Yup, mantannnn enyahlah~

      Hahah kalo yang itu aku gak tau, Rey. Kayaknya gak sampe berabad-abad, kelamaan~

      Delete
  15. Aaakkkk, trnyata si novi ini orng yg overthinking jga ya? Kita bedaan nov, hahah.

    G ada salahnya sih dpikir panjang dlu sbelum mlakukan atau mrespon sesuatu, selagi sesuatu itu msih layak untuk dipikirkan. Kcuali mntan yg mmng sdah tak layak beredar didlam pikiran. Salahin aja trus. :")

    Slama msih dlam btas yg wajar sih g msalah nov, toh brpikir adalah anugrah dri yg diatas. Tpi klo kelamaan jga ga baik, apalagi klo ditanya "kamu mau jdi pacar aku nggak?" Kira kmu pkir brapa abad nov?

    ReplyDelete
  16. Gara-gara overthinking traktiran dari temen nyaris melayang haha... Tapi gue bukan tipe overthinking tapi overload *apasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, nyaris melayang. Haha~

      Gak beda jauh kayaknya xD

      Delete
  17. Hahaha. Baca tulisan ini berasa ngaca diri sendiri deh.

    Kamu mirip ama saya. Setiap kali mau nulis , saya cenderung 'memikirkan apa yang mau dituangkan'. Karena itulah, saya gak terlalu sering update blog.

    Makanya saya suka salut deh ama penulis blog yang punya mindset 'menuangkan apa yang ada di pikiran'. Kayaknya mengalir aja gitu, gak ada hambatan sedikit pun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga salut sama yang rajin update blog tanpa mikir panjang harus posting apa, menulis apa adanya tanpa ragu-ragu sama ini itu huhu.

      Delete
  18. biasanya ni...cewe lola,kalo di sinetron itu imut polos lugu ni nov hahhahahahahha...dulu aku juga jaman kuliah lola banget mpe kaya oneng wkwkkw

    oiya overthinking ini kayaknya emang karakter dasar yang susah diilangin ya gasih? niatnya sih aku pengen sante, tapi kadang otak suka ngasi space buat tetep mikir panjang event sama hal-hal sepele loh ahahhahahah *mungkin uda watak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sinetron mah imut polos lugu tapi di kehidupan nyata engga ada imut-imutnya, yanga ada malah bikin orang sekitar pengen ngejitak hiks. wkwk

      Sepertinya itu sudah menjadi karakter dasar, Mbak Nit. Hahah bener, kalo mikir emang gak bisa sante. Huah x_x

      Delete
  19. terlalu banyak berfikir tanpa bertindak tentu akan jadi mimpi belaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah setuju. Tapi yang ini beda ceritanya, bukan berpikir tanpa bertindak, tapi berpikir dan lama bertindak:'))

      Delete
  20. Balik lagi digampar ama postingan :D
    Keknya untuk sekarang overthinking udah mulai jadi mindset juga deh..

    Kalo boleh nerka2 sih, mungkin karna udah terlalu banyak dihadapin sama keadaan kurang sesuai sama fikirian kali ya.. makanya kebanyakan orang overthinking.

    Gue ada sedikit kata2 pas habis baca postingan ini :D
    Berfikir itu ibarat memasak, selalu ada waktu yang nentuin, terlalu lama akan gosong, terlalu singkatpun menjadi kurang layak untuk disantap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, digampar gak sakit kan? hahah
      Sepertinya begitu:))

      Engga juga sih, sebenernya aku sendiri yang bikin semuanya makin ribet karena terlalu overthinking.

      Wah, luar biasaaaaa!! Thank you yak, suka sama kata-katanya, jadi inget kalo masakan aku kadang sering gosong :')

      Delete
  21. Bahahhahakkkk.... sama. Temen-temen bilang gue ribet. Mau pergi selalu overthink ini-itu soalnya di jalan kadang suka was-was. Tapi sekarang mulai belajar untuk nggak terlalu overthink lagi..ya itu, karena nantinya capek sendiri. Kalau mau ngapain gitu atau mau ke mana, bikin list. Lumayan bikin tenang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga lagi dalam proses untuk engga lagi overthink. Semacam to-do list gitu ya, Ran? aku juga tiap hari selalu sempetin untuk bikin list biar lebih terorganizir aja gitu. Heheu

      Delete
  22. Ya Allah Novi, ini aku banget!! Segala sesuatu dipikirkan. Sampe stress sendiri. Iya. Aku sudah mencoba untuk tidak terlalu memikirkan tapi gimana caranya gagal mulu. Mungkin Novi bisa nulisin artikel selanjutnya tips jitu mengatasi overthingking?? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama dongg !! Yap, harus bener-bener niat, aku juga sering gitu, sekarang udah agak berkurang sih. Insha'Allah ya, Rum. Aku sendiri pun masih kesusahan buat mengatasi overthinking :')

      Delete
  23. ini defenisi overthinking sama gejala-gejalanya masuk soal uts nggak ya kak ? :D :D
    aah kangen baca tulisannya kakak :') udah banyak yang terlewat sepertinyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah masuk uts dalam mata pelajaran psikologi kayaknya (?) xD

      Aaaakkk, kangen jugaa, Riska. Ayodong, update blognya lagii, kangen baca tulisan kamu juga nih :')

      Delete
  24. Ditunggu tips mengatasi overthinkingnya Nov..

    ReplyDelete
  25. Kalo gw malah kebanyakan mikir nya belakangan, yang penting hajar dulu tindakan nya
    kadang juga mikir sambil jalan aja enak nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah pling engga bisa gitu:(
      Iya, mikir sambil bertindak juga boleh tuh, tapi ....

      Delete
  26. Sama. Kalok uda kebanyakan mikir mah bawaannya baper mulu, kemudian berujung masak indomie kari ayam pakek rawit yang banyak ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak makan indomie kari ayam pake rawit pas ujan-ujan. Huwuwu ._.

      Delete