Senin pahit yang berakhir manis II

Hallo, kemaren cerita tentang senin pahit yang berakhir manis belum sempat di tulis sampe selesai, dan sekarang aku mau lanjutin ceritanya nih, entah ini akan sampe selesai atau engga, kita lihat saja nanti. Muehehe :D

-Warung-

"Pak, mie nya udah kaluarsa" Kata windi, menyerahkan kantong plastik hitam yang didalamnya berisi 4 bungkus mie kepada pemilik warung, aku hanya memperhatikan raut si penjual tanpa mengeluarkan sepatah katapun, raut wajahnya menunjukan rasa bersalah.  Bagus.

"Oh, maaf. Nanti saya ganti mie- nya ya"
"Iya pak, ganti mie yang ini aja ya pak"  Windi menunjuk benda yang dimaksud, si penjual mengangguk.
"Eh, kamu kalo kadaluarsa bilang-bilang dong say" Kata si bapak penjual kepada mie Instan di tangannya dengan mata berkunang-kunang.
"Iya maaf ya, aku takut kamu membuangku kalau tahu aku sudah kadaluarsa" Mie instan membalas ucapan si bapak.
"Aku ga akan buang kamu kok, palingan lemparin kamu ke tempat sampah" Si penjual  memeluk mie instan tersebut kemudian melemparnya ke tempat sampah dengan gerakan tiba-tiba, seperti pemain basket profesional. Tepat sasaran, mie nya masuk kedalam ring. Gooolll :v

Setelah menyaksikan adegan romantis yang dramatis itu, tanpa sadar aku menitikkan air mata. Kejadian antara mie instan dan penjualnya benar-benar menyetuh hati, mengiris perasaan, hingga memunculkan bunyi "kreek kreek" di perut. Karena tidak tahan lagi dengan peristiwa yang ada di depan kami, aku dan windi pun kembali ke rumah untuk melanjutkan aktivitas masak-makan yang berakhir kenyang.

Tak disangka ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 10:45 WIT, itu artinya kami harus ke kampus (lagi) untuk mengikuti mata kuliah Writing yang akan di mulai tepat jam 11:00 WIT. Aku dan windi benar-benar malas untuk mengikuti mata kuliah yang satu ini tapi berhubung karena kami merupakan mahasiswa yang takut dengan huruf "a" dalam daftar hadir akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke kampus dengan perasaan setengah gembira. hakhakhak

**On The way Kampus**

Angin berhembus menampar wajah membuat kain jilbab parisku beterbangan melayang di udara, ingin rasanya memegang dua sisi kain jilbab paris segi empat yang melayang itu sambil mendendangkan sebuah lagu India. Huaaah keren sekali bukan? :))
Edit di Paint bray, mohon dimaklumi :v

Eh tunggu dulu, tapi kalau itu terjadi, windi pasti akan menyuruhku turun dari motornya dan aku harus berjalan kaki menuju kampus. NO WAY ! :v

"Woy kita udah sampe kampus" Windi mengagetkanku. Wah, rupanya aku terlalu lama menghayal hingga tidak menyadari kalau aku sudah berada di parkiran kampus. Hehe

"Oke, kita masuk kelas nih?" Tanyaku dengan wajah polos
"Iyalah, ngapain kita kesini kalo ga masuk kelas" Jawabnya kesal
"Kalo gitu ayooo" Aku menarik tangan windi untuk masuk kelas tapi windi mencegahku
"Kita beneran harus masuk kelas? males banget nih" Ucap windi
"Wah kau ini !! Ayo masuk kelas neng, kita udah dikampus nih" Aku langsung berlari menuju kelas karena melihat sosok seorang dosen berjalan menuju kelas beberapa menit yang lalu. Windi menyusulku. Hahah



0 Komentar: