Masih ingat aku? Aku rindu kamu.


Teruntuk pria yang pernah kutemui di sebuah situs obrolan online pada hari Jumat, bulan April 2015. Masihkah kamu mengingat tentangku? Seorang gadis yang pernah bertanya tentang warna tanggal di hari itu? Seorang gadis yang dengan gampangnya mengatakan "Karena aku sayang kamu" kepada orang yang belum dikenalnya? Seorang gadis yang sok akrab karena seenaknya bercerita panjang lebar tentang suasana kampus yang sepi dihari itu? Seorang gadis aneh yang mau-maunya menghitung jumlah hari dan bulan menuju ulang tahunmu? Apa kamu masih ingat dengan gadis tersebut? Gadis yang saat itu  banyak bertanya padamu tapi tidak sedikitpun terlintas di pikirannya untuk menanyakan namamu, lalu dengan polosnya dia malah menanyakan nama adik perempuanmu, padahal namamu sendiri belum  diketahuinya. Saat itu kamu tidak segan-segan menyebut gadis tersebut pecicilan karena terlalu over saat berbicara, Masih ingat kan? Ku harap masih, karena aku disini masih mengingat semua hal tentangmu.

Kamu ingat? saat itu kita mengobrol disitus online lebih dari satu setengah jam, disana kita saling berbagi cerita tentang perkuliahan, lalu kita berdebat tentang nama panggilan masing-masing. Kamu memanggilku viya, nama panggilan yang sangat jarang kudengar dari orang-orang sekitar, dan kau tahu? aku menyukai nama itu. Kamu mengatakan padaku bahwa kamu tidak akan menghilang, agar aku tetap bisa mendengarmu memanggilku Viya. (Wah, aku rindu nama panggilan darimu, aku rindu kamu yang memanggilku dengan nama itu).  

Obrolan kita tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Setelah kamu memutuskan koneksi di situs online secara sepihak, kukira kita tidak akan terhubung lagi, tapi untung saja aku sudah memberikan ID line kepadamu sehingga kita bisa melanjutkan obrolan disana. Aha, senang rasanya melihat namamu muncul di notification handphone-ku. Notif yang bertuliskan namamu bukan hanya membuat hp-ku bergetar, hatiku juga. Hahah... Aku masih ingat ketika kamu  mengatakan bahwa aku tidak perlu malu untuk mengatakan rindu ke kamu, dan aku melakukannya, terserah kamu mau mengatakan aku ini polos atau apa, yang jelas aku hanya mengikuti perintahmu, ya aku memang terlalu penurut menjadi orang. Hahah

Hari demi hari kita lalui dengan mengobrol di line, aku banyak berbagi cerita dan bercanda denganmu. Aku akui bahwa dirikulah yang paling banyak bercerita. Maafkan aku yang terlalu banyak curhat tanpa memberimu kesempatan untuk curhat kepadaku, aku selalu seperti ini jika sudah merasa nyaman mengobrol dengan seseorang. Kau tahu? aku ini malas berbicara panjang lebar kepada orang-orang disekelilingku, dan kalaupun aku melakukannya maka itu hanya berlaku pada orang-orang tertentu, dan kamu termasuk! walaupun sebenarnya kamu berada jauh dari tempatku. Aku ini gadis yang banyak bercanda tapi jangan kau kira aku menganggap semuanya sebagai lelucon, aku tahu maksud dari semua inti pembicaraanmu, aku juga bisa serius.Hahah

Ada satu hal yang membuatku tidak bisa lupa denganmu, kamu tahu apa? Kejadian malam itu! Ketika kamu menyuruhku menyanyikan sebuah lagu untukmu, entah kenapa rasanya aku seperti terkena demam panggung, tanganku gemetar, aku benar-benar gugup, padahal aku hanya disuruh menyanyi melalui voice note, bukan di atas panggung, aku juga biasanya mengirimkan suaraku ke teman lainnya dengan santai-santai saja, jadi tidak seharusnya aku merasa gugup seperti ini haha. Aku mencoba menenangkan diri dan mulai menyanyikan sebuah lagu, namun tiba-tiba masalah lainpun datang, hp-ku error, layarnya berubah menjadi gelap. Oh, demi tuhan rasanya kesal sekali dengan hp yang tidak bisa diajak berdamai, alhasil aku langsung berteriak seperti orang gila tanpa menyadari kalau suaraku terekam dan terkirim otomatis ke kamu. Setelah menyadari itu, aku langsung mengucapkan puluhan doa yang sama setiap menitnya sambil menatap layar handpone, kau tahu apa doaku saatt itu? doanya "Semoga voice note-ku tidak terkirim --- semoga tidak dapat diputar --- Semoga hp mu jatuh dari tempat tidur dan semua aplikasinya hilang. Hahah", sayangnya doa tersebut tidak terkabul. Ah aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajahmu ketika mendengar suara anehku, kamu pasti tertawa ketika mendengarnya. Ya tuhannn mau di taruh dimana mukaku? :(

Besok paginya kamu menanyakan tentang voice note yang terkirim tadi malam, dan aku menjawab pertanyaanmu jujur sejujur-jujurnya. Kukira kamu akan tertawa setelah mendengar jawaban dariku tapi ternyata responmu jauh dari perkiraan, kamu malah mengatakan kalau suaraku adalah penyemangat dan peredah stressmu(karena tugas yang menumpuk), wah demi apapun, aku tidak mengerti, kenapa suara teriakan seperti orang kesurupan kau jadikan penyemangat dan peredah stress? kau aneh. hahah

Selama 3 minggu berturut-turut kita masih lancar berkomunikasi, walaupun kadang kamu terlambat membalas chat-ku tapi itu tidak masalah, aku merasa senang karena kamu masih membalasnya. Dalam minggu-minggu itu,  banyak kejadian manis yang terjadi... yah kejadian manis di aplikasi massenger yang menghubungkan kita, ada satu kejadian yang masih sangat menempel di ingatanku, kau tahu apa? yaitu ketika aku berpura-pura lupa tentang kamu bahkan lupa tentang diriku sendiri kemudian kamu malah mengatakan kalau namamu adalah 'kesayangan' sedangkan aku adalah 'sayang'. Hahaha, terserah apa kata orang tentang nama panggilan itu, terserah bila mereka mengatakan aku 'perempuan lebay', aku tidak peduli, karena aku suka, aku suka karena itu semua dari kamu bukan orang lain. 

3 minggu berlalu, entah apa yang terjadi, kita berdua tidak lagi mengobrol seperti biasanya. Jarang. Kamu mengabaikan chat-ku, dan kau tahu? aku sangat tidak suka diabaikan, dan sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak mengajakmu mengobrol lebih dulu, hingga suatu hari kamu datang menyapaku, kita akhirnya mengobrol lagi, namun kali ini aku merasa kaku, wah...ternyata lama tidak mengobrol denganmu membuatku menjadi canggung, saat itu secara tidak sengaja, aku mengabaikanmu, maaf. Setelah beberapa hari kemudian, kamu menyapaku lagi, namun nama panggilanku berubah menjadi Ms.Somse, aku tidak suka nama itu tapi aku senang karena kamu menyapaku lebih dulu, kali ini aku membalas semua chat-mu, dan berjanji untuk tidak mengabaikan, namun sekarang giliranmu yang megabaikanku(lagi), aku pasrah.

Hampir 5 hari berlalu tidak mengobrol denganmu membuatku jadi rindu. Tanpa memikirkan gengsi, aku menyapamu lebih dulu namun balasanmu singkat, aku membuang rasa malu yang masih ada dalam diriku dan dengan beraninya bilang kepadamu kalau aku rindu, tapi kamu malah membalasnya dengan kata "cieee", aku tanya lagi kamu rindu denganku atau tidak? jawabanmu 'tidak'. kamu tahu apa? PERIH. Lalu beberapa saat kemudian kamu minta maaf, kamu bilang kamu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk mengobrol dan memperhatikanku. Demi tuhan, apa maksud dari kata-kata itu? memperhatikannku? Memangnya dulu kamu melakukannya? (iya).

Aku kira setelah itu, kita akan mengobrol seperti minggu-minggu sebelumnya, ternyata tidak, chat-ku kamu abaikan lagi. Ini sudah cukup ! Aku marah, malu, kesal, dan merasa bodoh. Tanpa pikir panjang aku menghapus chat history kita yang selalu kubaca berulang kali ketika rindu. Kini sudah terhapus semuanya, bahkan aku sempat berniat memblokirmu namun kurasa tidak perlu, aku akan terlihat sangat konyol jika melakukan itu, benarkan? Tak lama kemudian kamu meng-invite-ku untuk berteman di bbm. Hey darimana kamu mendapatkan pin-ku? Ah sudahlah aku tidak  peduli, aku menerima request invitation-mu, aku bodoh? sudah kubilang, aku tidak peduli.  

Lalu, suatu hari kamu menanyakan tentang sebuah lagu padaku melalui bbm, aku lupa kalau dulu aku sudah berniat untuk mengabaikanmu namun, entah ada apa dalam diriku, aku merasa senang, dan tanpa sadar aku malah membalas chat-mu dengan secepat kilat, kurasa ini karena aku rindu kamu. Tapi yasudahlah, aku mencoba menepis rasa itu, lagipula tidak ada gunanya merindukan orang yang tidak peduli kan? dan coba jelaskan perasaan macam apa ini? suka? Haaaaah demi apapun, aku benci rasa inii!! Kamu ingat? percakapan kita kala itu hanya bertahan 10 menit. Wah!

Dan kamu tahu? Apa yang kutulis ternyata tidak sesuai kenyataan, menepis rasa rindu itu tidak semudah membalikan telapak tangan dan mengedipkan mata. Jujur saja sampai sekarang aku masih rindu kamu, rasanya ingin berteriak karena belum bisa menghilangkan rasa yang 'terkutuk' ini. Aku ingin mengrobrol denganmu seperti dulu agar rinduku tersampaikan, agar rinduku meredah tapi aku tidak mau berakhir seperti obrolan kita sebelumnya di beberapa hari/minggu yang lalu, aku ingin menyapa lebih dulu tapi aku takut akan diabaikan, aku takut merasa menjadi orang yang tidak di Inginkan. Aha, mungkin saat ini kamu sudah melupakanku, ataukah masih ingat aku? Eh, lagipula siapa aku? aku kan hanya gadis aneh yang selalu mengganggu hari-harimu, hanya gadis bodoh yang tidak tahu diri, yasudah biarlah semua tentangmu hancur lebur bersama hatiku. Hahah

Aku tahu tulisanku kali ini mungkin lebay, dan dramatis tapi hanya disini aku bisa dengan berani mengungkapkan semuanya. 

Okay, baiklah! Yang terakhir, untuk kamu yang tidak mungkin membaca ini, aku rindu kamu. Salam hangat, Ay♥

0 Komentar: