Impian Sederhana

Anak macam apa aku ini? disaat anak-anak lain merayakan hari lahir orang tua mereka setiap tahunnya, aku justru hanya bisa diam dan merutuk diriku karena tidak pernah mengucapkan sepatah katapun kepada kedua orang tua, padahal mengatakan "Selamat Ulang tahun mama/papa"  tidak sesulit menulis novel ataupun membuat gambar 3D.  

Disaat anak-anak yang lain membeli kue ulang tahun menggunakan uang simpanan mereka untuk orang tua, aku justru hanya bisa menonton dengan mata berkaca-kaca dan mencoba bersabar karena belum bisa melakukan hal tersebut serta memberikan kesan yang manis pada orang tua selama 18 tahun hidupku didunia. 

Aku bukannya gengsi, aku hanya tidak berani (baca: malu) mengatakan hal tersebut. Sifat pemalu yang tertanam dalam diriku kadang membuatku membenci diri sendiri, kadang juga membuatku ingin berubah menjadi orang lain yang memiliki sifat berlawanan dengan sifatku, bukan hanya itu saja yang membuatku belum bisa merayakan ulang tahun orang tuaku, alasan lainnya adalah karena aku tidak mau orang tuaku mendapatkan sesuatu yang pada dasarnya adalah milik mereka (pada saat ini semua yang kumiliki adalah milik mereka), aku ingin mereka bisa merasakan hasil dari usahaku sendiri.

Aku selalu merasa bersalah karena bersikap seperti tidak tahu apa-apa dihadapan orang tua tepat di hari ulang tahun mereka, kesannya aku seperti anak yang cuek dan tidak peduli dengan orang tua, padahal sebenarnya aku peduli, sangat peduli, saking pedulinya aku malah jadi ketakutan.  Aku takut jika impianku untuk merayakan ulang kedua tahun orang tua menggunakan uang hasil keringatku tidak bisa menjadi kenyataan, aku takut jika orang tuaku tak bisa merasakan bagaimana rasanya dirayakan ulang tahun oleh anak-anak mereka, aku takut jika orang tuaku tak dapat mendengar kata "Selamat ulang tahun" langsung dari bibir anak-anak mereka, aku takut  jika Tuhan mengambil kedua orang tuaku sebelum aku berhasil mewujudkan impian tersebut atau bisa saja hidupku yang diambil lebih dulu oleh tuhan, Aku takut. 

Setiap harinya doa yang selalu kupanjatkan tak lain adalah meminta agar tuaku memiliki umur yang panjang, meminta agar suatu saat aku dapat merayakan ulang tahun kedua orang tuaku, membahagiakan, dan tentunya menjadi anak yang berguna seperti yang mereka harapkan.

Yah kurang lebih seperti itulah impian paling sederhana yang kupunya, semoga dapat terwujud :)))

***

0 Komentar: